Tito Karnavian: Dua Pimpinan KPK Belum Ditetapkan Tersangka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Ketua KPK Agus Rahardjo melakukan salam komando seusai melakukan jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, 19 Juni 2017. Kedatangan Kapolri ke markas lembaga antirasuah itu untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Ketua KPK Agus Rahardjo melakukan salam komando seusai melakukan jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, 19 Juni 2017. Kedatangan Kapolri ke markas lembaga antirasuah itu untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memastikan dua pimpinan KPK belum menjadi tersangka dalam kasus dugaan pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang.

    "Saya sudah tanyakan betul kepada penyidik apakah status (Agus dan Saut) sebagai tersangka atau terlapor. Penyidik belum menetapkan terlapor sebagai tersangka," kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 November 2017.

    Baca juga: Sejak Agustus, 2 Pemimpin dan 3 Penyidik KPK Dilaporkan ke Polisi

    Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri telah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan terhadap dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

    Kuasa Hukum Setya Novanto sebelumnya melaporkan dua pimpinan KPK, Saut Sitomurang dan Agus Rahardjo atas dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat dan menggunakan surat palsu serta menyalahgunakan wewenang. Atas pelaporan itu, penyidik Tindak Pidana Umum Bareskrim menerbitkan SPDP pada Selasa, 7 November 2017. SPDP itu ditandatangani oleh Direktur Tipidum Bareskrim Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak.

    Tito mengatakan, sebelum naik ke tahap penyidikan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, tiga saksi ahli, pelapor, serta dokumen-dokumen terkait pelaporan atas dua pimpinan KPK tersebut. "Dari situ penyidik berpandangan bahwa ini dapat ditingkatkan menjadi penyidikan," kata Tito.

    Baca juga: Kapolri Tegaskan Polri Tak Ikut Sebarkan SPDP 2 Pimpinan KPK

    Tito mengatakan, saat ini, penyidik masih harus mendalami keterangan beberapa saksi dan saksi ahli lainnya. "Termasuk kemungkinan terlapor bisa menyampaikan dokumen-dokumen untuk memperkuat keterangannya," kata Tito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.