Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional pada 4 Tokoh, Ini Jasa Mereka

Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan kepada empat tokoh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 9 November 2017. Keempat tokoh yang mendapat gelar pahlawan berasal dari empat provinsi yang berbeda. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi secara resmi memberikan gelar pahlawan nasional terhadap empat figur sejarah hari ini, Kamis, 9 November 2017. Mereka adalah Almarhum Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Laksamana Malahayati, Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Lafran Pane.

Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Sosial Khofifah sebelumnya, keempat nama tersebut dipilih berdasarkan jasa dan tindakan kepahlawanan mereka. Dengan kata lain, mereka yang tak terlibat di medan perang namun berjasa di bidang pergerakan berhak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional juga.

"Jadi, penyandang gelar Pahlawan Nasional bukan hanya mereka yang berjasa di medan perang saja, tetapi mereka yang juga berjasa di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," ujar Khofifah.

Baca juga: Keluarga Lafran Pane dan KAHMI Gelar Tasyakuran Pahlawan Nasional

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena mendirikan organisasi Islam Nahdatul Wathan. Organisasi itu merupakan organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

Selanjutnya, Laksamana Malahayati yang berasal dari Aceh, mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena jasanya di medan perang. Ia pernah memimpin armada laut Indonesia berperang melawan Belanda dan berhasil menewaskan Cornelis De Houtman di tahun 1559. Selain itu, di tahun 1606, ia bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis.

Baca juga: Khofifah Sebut Indonesia Kekurangan Pahlawan Nasional Perempuan

Hal sama berlaku untuk Sultan Mahmud Riayat Syah yang berasal dari Kepulauan Riau. Seperti Malahayati, ia berjasa di medan perang. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan Mahmud berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malaka's Walvaren berhasil diledakkannya.

Ditahun 1784, Sultan Mahmud juga masih memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Dengan menolak ajakan damai Belanda, ia menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Kurang lebih 27 tahun kemudian, di tahun 1811, Sultan Mahmud berperan melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

Infografis: Beda Film Pengkhianatan G30S PKI dengan Hasil Visum

Terakhir, untuk Lafran Pane asal Yogyakarta, dia dianggap patut diberi gelar Pahlawan Nasional karena mendorong pertumbuhan gerakan pemuda di Indonesia. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam pada 5 Februari 1947. Lafran juga figur yang menentang pergantian ideologi Indonesia dari Pancasila ke Komunisme.






Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

1 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

3 jam lalu

Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

Program pengalihan kompor elpiji 3 kilogram milik masyarakat menjadi kompor listrik kandas di tengah jalan. Apa sebabnya?


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

8 jam lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

9 jam lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akusisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

9 jam lalu

DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akusisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

MRT Jakarta telah meminta penyertaan modal daerah Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi PT KCI. Kondisi fiskal terkendala pandemi Covid-19.


Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

9 jam lalu

Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

Presiden Jokowi mengajak seluruh kepala daerah untuk kompak bersama-sama menghadapi ancaman inflasi


Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

10 jam lalu

Jokowi Tetap Inginkan Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan

Jokowi menjelaskan, infrastruktur dibutuhkan karena merupakan fondasi bangsa agar bisa bersaing dengan negara lain.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

10 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

10 jam lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.


Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

11 jam lalu

Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

Pihak Istana Kepresidenan mengganti ponsel milik Sabrila, siswi SMA di Buton Selatan yang ponselnya rusak saat mengejar rombongan Presiden Jokowi.