Dalam Satu Tahun, Lima Kader Gerindra Dipecat karena Narkoba

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan barang bukti berupa senjata api dan paket sabu siap edar dari kediaman Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Jero Gede Komang Swastika dari Partai Gerindra.

    Polisi menunjukkan barang bukti berupa senjata api dan paket sabu siap edar dari kediaman Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Jero Gede Komang Swastika dari Partai Gerindra.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi, mengatakan, hingga saat ini, sudah ada lebih dari lima kader Gerindra yang dipecat karena terjerat kasus narkoba. Menurut dia, pemecatan tersebut banyak terjadi pada kader partai yang berada di daerah.

    "Saya enggak hafal (tempatnya), tapi di daerah-daerah kebanyakan. Sudah lebih dari lima orang yang kami pecat dan terjadi dalam kurun waktu satu tahun terakhir," kata Permadi saat ditemui setelah mengikuti rapat Majelis Tinggi Partai Gerindra di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 8 November 2017.

    Baca juga: Gerindra Tetap Usung Prabowo pada Pilpres 2019

    Sebelumnya, Majelis Kehormatan Partai Gerindra menggelar rapat tertutup terkait dengan kasus anggotanya yang kini terjerat kasus narkoba. Kediaman Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali, yang juga politikus Partai Gerindra, Jero Gede Komang Swastika, pada Sabtu pekan lalu digeledah polisi lantaran diduga menjadi tempat dia menyembunyikan narkoba.

    Dalam penggeledahan itu, kepolisian menyita 22,52 gram sabu dan alat isap narkoba, senjata api jenis baret, soft gun, dan senjata tajam. Komang Swastika sendiri berhasil kabur dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

    Permadi mengatakan partainya akan langsung melakukan pemecatan jika kadernya terbukti terjerat kasus narkoba. Terjerat kasus narkoba, sebagai pengguna apalagi menjadi pengedar, kata dia, merupakan pelanggaran terberat terhadap kebijakan partai.

    "Itu pesan dari Pak Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra), harus dilakukan pemecatan," tuturnya.

    Baca juga: Gerindra, PAN, dan PKS, Menolak Perpu Ormas Jadi Undang-Undang

    Terkait dengan kasus terlibatnya kader Partai Gerindra, Komang Swastika, dalam kasus narkoba, Permadi menyebut pihaknya akan mengirim perwakilan partai ke Bali untuk mengecek secara langsung. Juga kasus kepemilikan senjata api yang menjerat Komang.

    "Kalau nanti dari polisi jelas, pertama, memang dia pengedar sekaligus pengguna, ditemukan senjata api, tentu sanksi yang diberikan adalah yang terberat (dipecat)," kata mantan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.