Foto Bersama Kahiyang Ayu, Sinta Nuriyah Berdiri dari Kursi Roda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinta Nuriyah. TEMPO/Nurdiansah

    Sinta Nuriyah. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Solo - Beberapa tokoh nasional seperti istri mendiang Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, hadir dalam acara akad nikah putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Afif Nasution, Rabu pagi 8 November 2017. Sinta menyaksikan prosesi ijab qobul yang disaksikan oleh petugas pencatat nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari Surakarta.

    Para tamu menyaksikan acara itu sejak awal hingga akad nikah berakhir. Mereka juga mendapat kesempatan untuk menyalami tuan rumah secara bergiliran.

    Baca: Jokowi Mantu, Tamu Mulai Berdatangan ke Pernikahan Kahiyang

    Sinta datang ke pernikahan Kahiyang Ayu bersama beberapa keluarganya. Sinta juga diminta untuk naik ke panggung untuk memberi restu serta berfoto bersama pengantin dan orang tuanya. Dengan mengenakan kursi roda, dia ikut memberikan doa restu kepada kedua pengantin.

    Saat hendak foto bersama, terlihat salah satu putri Gusdur, Alissa Wahid berupaya membantu ibunya berdiri dari kursi roda. Wanita yang mengenakan baju merah itu akhirnya bisa berfoto bersama pengantin dalam posisi berdiri. Ibu Negara Iriana ikut membantu saat Sinta hendak duduk lagi ke kursi rodanya.

    Selain Sinta, tokoh yang hadir di antaranya Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto juga datang ke gedung Graha Saba Buana. Dia terlihat sehat dan menyalami para penyambut tamu sembari tersenyum.

    Ijab kabul pernikahan Kahiyang Ayu digelar pagi ini di Graha Saba Buana, Solo. Adapun resepsinya diselenggarakan pada siang hingga nanti malam

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.