Gladi Bersih Akad Nikah Kahiyang, Jokowi Latihan Sebut Mas Kawin

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama dengan Iriana Jokowi memasang bleketepe saat jelang prosesi siraman Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di sekitar kediaman di Solo, 7 November 2017. Tradisi memasang 'blaketepe' atau anyaman daun kelapa ini untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manten. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Presiden Joko Widodo bersama dengan Iriana Jokowi memasang bleketepe saat jelang prosesi siraman Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di sekitar kediaman di Solo, 7 November 2017. Tradisi memasang 'blaketepe' atau anyaman daun kelapa ini untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manten. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo mengikuti acara gladi bersih prosesi akad nikah putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution. Gladi bersih itu digelar di gedung pertemuan Graha Saba yang akan menjadi lokasi pernikahan.

    Latihan itu digelar seusai Jokowi melakukan kunjungan ke Sragen, Jawa Tengah. Jokowi tiba di gedung tersebut dengan didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    BACA:Jokowi Mantu Kahiyang, Relawan Bawa Kopi Hingga Lobster

    Proses latian dimulai dengan simulasi penyambutan calon mempelai pria dan keluarganya. Selanjutnya, rombongan masuk ke dalam gedung untuk melakukan akad nikah.

    Selain Jokowi, penghulu dari Kantor Urusan Agama Banjarsari juga mengikuti latihan tersebut. Sedangkan saksi, kedua mempelai dan keluarga diperankan oleh pengganti.

    Dalam latihan itu, Jokowi juga menyebut-nyebut mas kawin yang akan digunakan dalam akad nikah. "dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas seberat 80 gram, dibayar tunai," katanya dalam latihan tersebut.

    Rencananya, acara akad nikah Kahiyang itu akan dipandu oleh pembawa acara Slamet Aby, salah satu dari lima pembawa acara yang bertugas selama proses pernikahan. Sedangkan kedua pengantin akan dirias oleh salah satu juru rias senior di Solo, Endang Soendari Sumaryono.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.