Bukan Guru Pukul Murid, tapi Video Perkelahian Siswa di Pontianak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    Ilustrasi kekerasan. radiocacula.com

    TEMPO.CO, Pontianak - Video pemukulan di ruang kelas, yang menjadi viral beberapa hari terakhir, ternyata terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Namun video yang awalnya diduga guru pukul murid itu ternyata merupakan perkelahian antarsiswa.

    "Kejadian ini terjadi di salah satu sekolah swasta di Pontianak. Bukan guru menganiaya murid atau orang tua murid menganiaya siswa," kata Alexius Akim, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 2 November 2017, sekitar pukul 11.00. Kejadian itu diawali Alf, 15 tahun, yang mengejek Ald, 17 tahun, karena fisiknya yang sudah dewasa. Tak terima dengan ejekan itu, Ald pun melayangkan pukulan bertubi-tubi kepada Alf.

    Baca juga: Polisi Akan Usut Video Viral Guru Pukul Murid

    D, yang mencegah pemukulan tersebut, tak luput dari amarah Alf. Kejadian di dalam kelas diabadikan dengan kamera smartphone oleh D, 16 tahun. D lalu mengirimkan video tersebut ke Jer, 15 tahun, yang kemudian disebarkan lagi ke grup aplikasi pesan WhatsApp.

    Dari grup inilah video tersebut menyebar dan membuat informasi makin simpang siur. "Kejadian ini spontan dan keduanya setelah jam pelajaran selesai kembali berdamai," ujar Azhar, kepala sekolah swasta, tempat kejadian tersebut. Akibat berita yang viral dan disikapi Kementerian Pendidikan Nasional, Akim memandang perlu pelurusan informasi.

    Kedua siswa dan saksi-saksi yang datang pun berboncengan dengan motor yang sama untuk mediasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan. Mediasi itu pihak yayasan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, serta Alik R. Rosyad dari Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat.

    Baca juga: Dugaan Video Guru Pukul Murid, Pontianak Bantah Kemdikbud

    "Saya memberikan apresiasi terhadap pihak sekolah, yang sejak berita ini tersebar mau bekerja sama untuk meluruskan masalah ini," kata Alik. Dia mengharapkan anak-anak yang terlibat tidak dipidana. Namun hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak sekolah untuk lebih mengawasi anak-anak di lingkungan sekolah, terutama jika ada indikasi bullying.

    Peristiwa yang kemudian viral sebagai video guru pukul murid ini menjadi pelajaran bagi anak-anak agar lebih bijak menggunakan media sosial. Sebab, media sosial punya kekuatan untuk mendapatkan perhatian publik yang luas. "Maka media sosial harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.