Polisi Indonesia dan Malaysia Bahas Penanganan Narkoba di Lombok

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) didampingi Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan), Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar (kedua kiri), dan Kepala Direktorat Tipidnarkoba Mabes Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekum (kiri) memperhatikan barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 agustus 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) didampingi Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan), Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar (kedua kiri), dan Kepala Direktorat Tipidnarkoba Mabes Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekum (kiri) memperhatikan barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 agustus 2016. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Mataram - Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polisi Diraja Malaysia (JSJN PDRM) bertemu di kawasan Senggigi, Lombok Barat, untuk membicarakan penanganan pencegahan peredaran narkoba, Selasa, 7 November 2017.

    Pertemuan dihadiri Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto dan Pengarah JSJN PDRM Commisionaire of Police Datuk Seri Mohmad Bin Salleh. Pertemuan tersebut membicarakan peningkatan penanganan jaringan narkoba internasional.

    Baca: Polri: Narkoba dari Malaysia Banyak Masuk ke Indonesia

    Pertemuan tersebut diikuti 28 orang pejabat kepolisian, yakni 14 orang dari Mabes Polri, 14 orang Direktur Tindak Pidana Narkotika Polda se-Indonesia, dan 8 orang pejabat JSJN PDRM.

    Ari Dono berujar pertemuan ke-11 polisi Indonesia-Malysia itu untuk melakukan pencegahan bahaya narkoba sejak dini. ''Pertemuan ini untuk meningkatkan kerja sama menemukan peredaran (narkoba) jenis-jenis baru,'' katanya.

    Menurut Ari, kejahatan narkotika menggunakan jaringan yang selalu berganti dan sistem terputus. Sehingga, walaupun telah banyak dilakukan penangkapan hingga pelaku besar, masih belum bisa menembus ke level atas.

    Simak: BNN Nilai Aparat Malaysia Tak Kompeten Cegah Peredaran Narkoba

    Setelah jaringan Filipina ditemukan, kata dia, narkoba dari Cina tapi melalui Malaysia memasuki Indonesia lewat pantai timur Sumatera atau pelabuhan tikus. Ari Dono mengatakan, kalau akhirnya lolos masuk Indonesia, bukan berarti Malaysia membiarkan. ''Narkoba itu menyebar ke seluruh dunia. Bukan ke Indonesia saja,'' ujarnya.   

    Sampai September 2017, kata Ari, polisi Indonesia berhasil menggagalkan peredaran dua ton sabu-sabu, yang satu ton di antaranya ditemukan di Banten. Sedangkan Polisi Diraja Malaysia menangkap 600 kilogram sabu dan tiga jutaan pil Happy 5 atau ekstasi.

    Datuk Seri Mohmad Bin Salleh mengatakan narkoba yang masuk ke Indonesia tidak dibuat di Malaysia. ''Tapi hanya transit dari negara tetangga, seperti Cina, Myanmar, atau Laos,'' ucapnya. 

    SUPRIYANTHO KHAFID    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.