Polri: Narkoba dari Malaysia Banyak Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BNN menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus sindikat narkoba Internasional  di kantor BNN, Jakarta, 10 Oktober 2017. Para pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Petugas BNN menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus sindikat narkoba Internasional di kantor BNN, Jakarta, 10 Oktober 2017. Para pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data dari World Drugs Report pada 2017 yang diterbitkan Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) di 2015 silam, tercatat bahwa seperempat miliar penduduk dunia telah menjadi penyalahgunaan narkotika. Masalah semakin bertambah karena munculnya jenis narkoba baru yang beredar di masyarakat dunia. Kekhawatiran global ini juga terasa hingga di kawasan ASEAN, khususnya antara Indonesia dengan Malaysia.

    “Sindikat asal Indonesia banyak membeli barang dari Malaysia dengan modus pembayaran 30% terlebih dahulu, baru diselesaikan setelah barang itu datang,” kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto dalam keterangan resmi yang diterima Tempo pada Selasa, 7 November 2017.

    Baca: BNN Sita 133 Kilogram Sabu di Pekarangan, dari Jaringan Malaysia

    Ari Dono menguraikan fakta krusial lain dari masuknya narkoba ke Indonesia. “Sindikat narkotika di Indonesia khususnya yang 'beroperasi' di wilayah Aceh, Medan dan berjumlah sangat besar itu adalah bagian dari jaringan narkotika Malaysia,” kata dia.

    Untuk itu, selaku institusi penegak hukum, Polri maupun Polis Diraja Malaysia memiliki tanggungjawab yang tidak mudah untuk menanggulangi salah satu persoalan pelanggaran pidana ini. “Sehingga kita bersama-sama diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk memutus dan menghancurkan sindikat perdagangan gelap narkotika,” kata Ari Dono.

    Baca: BNN Sebut Magic Mushroom Mulai Jadi Pilihan Pengedar Narkoba

    Berangkat dari komitmen bersama itu, Bareskrim Mabes Polri dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia akan bekerjasama menghentikan peredaran narkoba di Indonesia dan Malaysia. “Kerjasama dan pembahasan bersama yang pastinya harus meningkat itu terutama dalam hal pengungkapan dan pengembangan money laundring yang berasal atau predicate crime-nya dari kejahatan narkotika. Fakta yang berangkat dari data mengungkapkan bahwa banyak jaringan narkotika di Indonesia dikendalikan oleh jaringan Malaysia,” ujar Ari.

    Berdasarkan data yang dimiliki Bareskrim Mabes Polri yang berhasil diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba, mencatatkan keterlibatan sindikat pelaku dari Indonesia maupun Malaysia. Dari tahun 2015 hingga Oktober 2017, setidaknya sebanyak 129 orang warga negara Malaysia yang terlibat jaringan internasional peredaran narkotika.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.