Dokumen Hasil Seleksi Calon Hakim Siap Dibeberkan

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Mahkamah Agung Achmad Setyo Pudjoharsoyo diambil sumpah saat prosesi pelantikan di gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, 7 Februari 2017. Pudjo dilantik sebagai Sekretaris MA menggantikan Nurhadi yang mengundurkan diri pada Juli 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sekretaris Mahkamah Agung Achmad Setyo Pudjoharsoyo diambil sumpah saat prosesi pelantikan di gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, 7 Februari 2017. Pudjo dilantik sebagai Sekretaris MA menggantikan Nurhadi yang mengundurkan diri pada Juli 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Jakarta - Sekretaris Mahkamah Agung, Achmad Setyo Pudjoharsoyo, mengatakan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) siap membuka semua dokumen dalam proses seleksi calon hakim 2017. Dia mengklaim semua hasil ujian yang ditempuh 30.175 pendaftar dalam bentuk manual atau tertulis, sistem komputer, hingga wawancara bersih dari dugaan manipulasi. Hal ini disampaikan untuk menyanggah dugaan maraknya pungutan liar yang berlangsung selama proses seleksi tersebut.

    "Silakan datang, kami akan buka semuanya. Lembar-lembar hasil yang asli masih tersimpan dengan baik. Silakan cocokkan apakah ada kejanggalan dalam penilaian atau perbedaan dengan yang ditampilkan di hasil akhir," kata ketua panselnas tersebut saat dihubungi, Senin, 6 November 2017.

    Baca: Seleksi Hakim dan Masa Depan MA

    Mahkamah Agung bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Kepegawaian Negara menggelar seleksi calon hakim pada 1 Agustus hingga 3 November lalu. Namun diduga ada praktik percaloan dalam proses seleksi tersebut.

    Sejumlah peserta seleksi dari tiga kota-Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya-bersaksi kepada Tempo tentang adanya sejumlah pegawai pengadilan yang menawarkan bantuan untuk mengatrol nilai tes kompetensi bidang. Seorang peserta seleksi di Yogyakarta, misalnya, mengaku didekati pegawai pengadilan setelah menjalani tes wawancara di Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara I Yogyakarta, awal Oktober lalu. Pegawai tersebut meminta peserta membayar Rp 600 juta untuk memperoleh jatah satu kursi calon hakim.

    Baca: Menpan RB Akan Usut Dugaan Pungli Seleksi Hakim di Mahkamah Agung

    Menurut dia, duit itu boleh dicicil hingga Panselnas mengumumkan hasil kelulusan, yang berarti sampai hampir satu bulan kemudian. "Dijanjikan akan dinaikkan nilai tes kompetensi bidangnya," kata calon hakim yang berprofesi sebagai akademikus tersebut. Sedangkan seorang peserta seleksi di Jakarta mengaku diminta membayar Rp 650 juta setelah mengikuti tes di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. "Janjinya akan dibantu agar lulus dalam wawancara."

    Menurut Pudjoharsoyo, seluruh elemen pengadilan sudah mendapat pengarahan sebelum pelaksanaan seleksi calon hakim. Dia mengklaim telah memperingatkan semua jajaran agar tak bermain atau memanfaatkan jabatan dalam seleksi. "Kami sangat ketat, jangan pernah ada yang main-main," kata dia. "Silakan laporkan kalau ada yang memang meminta uang."

    Baca: Mahkamah Agung Didesak Usut Pungli Seleksi Calon Hakim
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.