KPAI: WhatsApp Wajib Lindungi Anak dari Konten GIF Porno

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi WhatsApp. REUTERS/Thomas White

    Aplikasi WhatsApp. REUTERS/Thomas White

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan manajemen WhatsApp wajib memberikan proteksi maksimal pada anak dari konten pornografi. Ini terkait dengan fitur GIF pada aplikasi WhatsApp yang berkonten asusila.

    "WhatsApp sebagai korporasi wajib memberikan proteksi maksimal terkait perlindungan anak, termasuk perlindungan dari konten-konten pornografi," kata Susanto seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

    Baca juga: DPR Minta Kominfo Blokir Konten Porno di WhatsApp

    Dia mengatakan, pihaknya akan mengundang manajemen WhatsApp untuk menyamakan persepsi. "Besok kami rencana akan mengundang pihak manajemen WhatsApp," ujar Susanto. Sebelumnya, KPAI juga telah mengundang manajemen Twitter maupun Facebook untuk menyampaikan soal perlindungan anak dari konten pornografi.

    Dalam pertemuan dengan Wapres, salah satu pembicaraan yang disampaikan pihak KPAI adalah soal kejahatan siber (cybercrime). Susanto mengatakan tren kejahatan tersebut semakin tinggi, termasuk kasus terakhir soal konten pornografi di fitur GIF Whatsapp. Dia mengatakan, Wapres memberikan respons yang bagus pada upaya-upaya yang telah dilakukan KPAI untuk melindungi anak dari kejahatan siber.

    Baca juga: GIF Porno, Praktisi Medsos: Kalau Khawatir, Hapus WhatsApp Saja

    Dalam kesempatan itu, KPAI, kata Susanto, juga meminta pada pemerintah untuk bertindak tegas dan membangun sistem proteksi yang maksimal untuk melindungi anak terpapar dari konten negatif, terutama pornografi, serta kekerasan. Anak-anak, kata Susanto, tidak bisa menghindari kemajuan teknologi dan informasi termasuk Whatsapp. "Dengan kondisi seperti ini, tentu negara, kita minta perannya secara maksimal agar anak-anak benar-benar steril dari konten-konten itu," ujar Susanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.