Motivasi Petani, HKTI Gelar Syukur Panen di Indramayu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Aher bersama ketua HKTI Moeldoko (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jabar Aher bersama ketua HKTI Moeldoko (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima kunjungan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, di Gedung Sate, Bandung, Senin 6 November 2017.

    Kunjungan Moeldoko terkait dengan rencana penyelenggaraan "Syukur Panen" di Indramayu, pada pekan ke-3 November ini. Gubernur menjelaskan, acara yang diinisiasi HKTI tersebut, dimaksudkan memotivasi petani yang mengalami gagal panen musim ini.

    "Akan ada acara panen raya yang dirayakan dalam bentuk syukuran. Kemudian, menghadirkan petani dalam jumlah besar,’’ kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan.

    Terkait dengan gagal panen yang terjadi tahun ini, kata Aher, antara lain karena serangan hama secara masif dan kekeringan. "Kekeringan pada 2017 ini melanda sekitar 3.400 hektare lahan pertanian di Jawa Barat dan hanya 139 hektare yang mengalami gagal panen atau puso," ujarnya.

    Terkait dengan persoalan hama, Aher mengimbau para petani mengembalikan kondisi tanah dengan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. "Jadi, tanah harus dikembalikan lagi pada kondisi sebelumnya yang subur," ucapnya.

    Moeldoko menjelaskan ada kurang lebih 3.000-4.000 hektare lahan yang akan panen raya di kecamatan Sukra Indramayu. Mantan Panglima TNI ini juga menyebutkan kegiatan syukur panen akan dihadiri Presiden Joko Widodo. "Rencananya presiden kita undang," tuturnya.

    Dia juga mengatakan HKTI berupaya membantu mengatasi berbagai permasalahan petani. Salah satunya dengan membuka klinik pertanian bagi petani. Moeldoko menyebutkan petani akan memperoleh pemahaman bagaimana meningkatkan produksinya melalui intensifikasi. "Kami terus berupaya meningkatkan produksivitas petani," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.