Wapres JK Beri Atensi Khusus Soal Video Guru Pukul Murid

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 4 November 2017. Di sana, JK akan meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas. Foto-foto: Setwapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 4 November 2017. Di sana, JK akan meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas. Foto-foto: Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melihat langsung video viral seorang guru yang diduga memukul murid. Kalla memberi perhatian khusus terhadap kasus tersebut.

    "Beliau menceritakan itu, sehingga beliau memberi respons dan atensi khusus terhadap kasus ini," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang agama dan budaya, Susanto, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

    Komisioner lain, Retno Listyarti, mengaku terkejut bahwa video viral tersebut juga telah dilihat Wapres JK. "Kami terkejut juga ternyata Wapres juga melihat video yang viral ya, kekerasan yang terjadi di sekolah," kata Retno.

    Baca juga: Video Guru Pukul Murid, KPAI: Kejiwaan Pelaku Perlu Diperiksa

    Retno mengatakan KPAI menawarkan dibangunnya sistem untuk melindungi anak dari kekerasan. Penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak seharusnya tidak dilakukan seperti memadamkan api. Begitu ada kasus baru aparat bergerak. Sistem tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu institusi, namun melibatkan kementerian dan lembaga.

    "Kementerian terkait ini harus bersinergi," kata Retno. Kementerian tersebut diantaranya Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, maupun KPAI. Menurut Retno, sinergi tersebut harus dilakukan karena KPAI tidak bisa melakukan pengawasan sendirian bila terkait dengan sosialisasi dan diseminasi.

    Seperti diketahui, sebuah video viral berdurasi 36 detik menampilkan seorang siswa dikelas dihajar bertubi-tubi. Dalam kabar yang beredar, siswa tersebut dipukuli oleh seorang yang diduga guru. Salah seorang guru lainnya tampak hendak melerainya. Namun, guru itu malah menjadi target tinju guru pelaku pemukulan tersebut.

    Hasil pertemuan KPAI dengan Kemdikbud yang dilakukan pada Senin pagi, 6 November 2017, justru memunculkan dugaan lain. "Agak mencengangkan, menurut Kemdikbud ada dugaan itu tidak dilakukan guru, tapi oleh orang tua siswa," kata Retno. Orang tua itu memukuli karena marah putrinya dicabuli oleh siswa yang dipukulinya. Orang yang berusaha melerai dalam video tersebut justru dilakukan guru.

    Bila pun kekerasan dilakukan orang tua, KPAI menyayangkan mengapa orang tua siswa bisa masuk ke dalam kelas dan melakukan kekerasan. Namun, Retno mengatakan semua hal tersebut masih dalam dugaan. Pihaknya berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepolisian, serta Kemdikbud melakukan penyelidikan untuk mengetahui lokasi dan kejadian dari video viral tentang pemukulan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.