Kemdikbud Bantah Video Guru Pukul Murid

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ndonesia Tuan Rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika InternasionalMenurut Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia selaku tuan rumah, akan berupaya melayani para tamu dengan baik agar mereka merasa nyaman selama mengikuti pertandingan.

    ndonesia Tuan Rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika InternasionalMenurut Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia selaku tuan rumah, akan berupaya melayani para tamu dengan baik agar mereka merasa nyaman selama mengikuti pertandingan. "Tujuan kita tak sekadar host, tapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi Indonesia termasuk arsitektur peninggalan budaya Indonesia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan," ujarnya.(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad membantah video guru pukul murid, yang viral di media sosial. Menurut Hamid, pelaku bukan guru.

    "Masih perlu dikonfirmasi bahwa pelakunya orang tua yang anak putrinya dicabuli oleh siswa yang bersangkutan," katanya saat ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

    Baca juga: Video Guru Pukul Murid Viral, KPAI Cari Sekolah Terkait

    Sebelumnya, sebuah video berdurasi 37 detik tersebar di aplikasi pesan singkat WhatsApp. Dalam video tersebut, tampak seseorang pria dewasa memukuli seorang siswa. Beredar informasi bahwa peristiwa itu terjadi di Pangkal Pinang dan dilakukan guru yang kesal lantaran murid tersebut memanggilnya tanpa sapaan "Pak".

    Namun hal itu dibantah Hamid. Ia menjelaskan, indikasi awal kekerasan itu terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun pihaknya saat ini masih menelusuri sekolah yang menjadi tempat kejadian perkara pemukulan itu.

    Selain itu, pihaknya mendapat informasi bahwa kekerasan dalam video itu tidak dilakukan guru, melainkan orang tua murid.

    Hamid berujar sudah menugaskan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat untuk berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat. "Jadi, tolong, ini informasi awal, ya. Kami belum mendapat konfirmasi," ucapnya.

    Terkait dengan pencegahan hal serupa, Hamid berujar Kementerian telah memiliki regulasi yang mengatur tentang tindak kekerasan di lingkungan sekolah, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 82 Tahun 2015. Peraturan ini, kata dia, sudah disosialisasi hingga ke sekolah-sekolah. "Sehingga tahu apa yang harus dilakukan, dan ini yang kami siapkan bagaimana pencegahan ke depan," ujarnya.

    Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mencegah hal ini kembali terjadi.

    Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari tahu lokasi pasti kekerasan tersebut.

    Bila ternyata yang diduga video guru pukul murid tidak dilakukan pengajar, tapi orang tua siswa, KPAI mempertanyakan keamanan sekolah tersebut. "Kok bisa di sekolah orang tua masuk ke kelas, kemudian menghajar seorang anak seperti itu?" tuturnya setelah bertemu dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.