Video Guru Pukul Murid, KPAI: Kejiwaan Pelaku Perlu Diperiksa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pemukulan. tbo.com

    ilustrasi pemukulan. tbo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sitti Hikmawatty mengatakan video guru pukul murid yang viral di media sosial menjadi perhatian lembaganya. Apalagi kekerasan tersebut dilakukan di hadapan siswa.

    “Perlu pemeriksaan kejiwaan pada guru yang bersangkutan,” kata Sitti melalui pesan pendek kepada Tempo, Minggu, 5 November 2017.


    Baca juga: Video Guru Pukul Murid Viral, KPAI Cari Sekolah Terkait

    Sebuah video yang menampilkan guru memukuli muridnya baru-baru ini viral. Dalam video berdurasi 36 detik itu, seorang guru menghampiri muridnya dan memukulinya bertubi-tubi. Seorang guru lain tampak hendak melerainya. Namun guru itu malah menjadi target tinju guru pelaku pemukulan tersebut.

    Setelah memukuli guru lain, pelaku kembali memukuli muridnya. Aksi itu dilakukan di depan murid-murid yang mengenakan seragam sekolah menengah pertama.

    Sitti mengatakan kemarahan sang guru dalam video tersebut tampak tidak umum. Menurut dia, kemungkinan murkanya guru itu dipicu tekanan atau stres. Dengan demikian, pemeriksaan kejiwaan perlu dilakukan untuk menemukan indikasi stres tersebut.

    Sitti menjelaskan, saat ini pihaknya tengah bekerja sama dengan kepolisian, Tim Reaksi Cepat Kementerian Sosial RI, serta Direktorat Tindak Pidana Siber Markas Besar Kepolisian RI untuk mencari tahu sekolah, guru, serta murid terkait. “Sementara ini masih dalam proses penelusuran,” ucapnya ihwal video guru pukul murid.

     
     
     
     Soal sanksi, KPAI belum memutuskan hukuman untuk sang guru pelaku pemukulan tersebut. Sitti mengatakan pihaknya baru akan menentukan jenis sanksi setelah pemeriksaan.
    ZARA AMELIA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.