Kriteria Cawapres Jokowi Tergantung Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengendarai motor trail saat meninjau lahan tambak Perhutanan Sosial di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 1 November 2017. Presiden Jokowi mengendarai motor trail sejauh 2 km saat meninjau lokasi tambak udang dan bandeng di Desa Pantai Bakti. Foto: Biro Setpres

    Presiden Joko Widodo mengendarai motor trail saat meninjau lahan tambak Perhutanan Sosial di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 1 November 2017. Presiden Jokowi mengendarai motor trail sejauh 2 km saat meninjau lokasi tambak udang dan bandeng di Desa Pantai Bakti. Foto: Biro Setpres

    Jakarta - Lembaga riset politik, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyatakan saat ini masih terlalu dini untuk memprediksi bakal calon wakil presiden yang tepat untuk mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.

    "Tergantung nanti, kalau sekarang menurut saya belum kelihatan," ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Ahad, 5 November 2017.

    Djayadi mengatakan setidaknya butuh waktu satu tahun untuk menentukan kriteria bakal cawapres Jokowi. Apalagi, jika kinerja Jokowi hingga 2018 membaik, Djayadi menilai faktor wakil tidak akan terlalu berpengaruh. "Kalau kinerja Jokowi sangat baik seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada 2009, konfigurasi wakil tidak menjadi faktor penting," ujar Djayadi.

    Survei SMRC yang terakhir menunjukkan elektabilitas Jokowi di Provinsi Jawa Barat menempati posisi tertinggi. Dari simulasi dua nama kandidat capres, Jokowi memperoleh dukungan 48,8 persen, sementara Prabowo 43,8 persen.

    Djayadi melanjutkan, dukungan terhadap Jokowi mengalami peningkatan sekitar 7,3 persen sejak Mei 2017. Sedangkan dalam periode yang sama, dukungan Prabowo mengalami penurunan sekitar 8,5 persen.

    Angka ini berubah dari tren menjelang pemilihan presiden 2014. Ketika itu, Jokowi kalah dari Prabowo dengan perolehan suara 40,2 persen lawan 59,8 persen.

    Saat ditanya soal sebaran area peningkatan dukungan terhadap Jokowi, Djayadi mengatakan bahwa data itu ada tetapi belum dirilis. Namun, ia tak merinci alasan SMRC tak memaparkan data itu. "Ada sih tapi belum kita keluarkan," kata dia.

    Survei SMRC ini juga terkait elektabilitas para calon gubernur yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah 2018. Djayadi mengatakan, pilgub Jawa Barat penting sebab provinsi ini menyumbang 18 persen pemilih nasional. Suara di Jawa Barat akan berpengaruh terhadap perolehan suara nasional dalam pemilu presiden 2019.

    Saat ini sejumlah politikus sudah menunjukkan minat untuk maju menjadi kandidat presiden atau wakil presiden pada pemilihan umum 2019 mendatang. Selain Jokowi dan Prabowo, beberapa nama yang ramai dibicarakan adalah: Jenderal Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.