Beri Selamat Jokowi, Eggi: Baik-Baiklah terhadap Umat Islam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eggy Sudjana. TEMPO/Yosep Arkian

    Eggy Sudjana. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Advokat yang pegiat Aksi Bela Islam 212, Eggi Sudjana memberikan ucapan selamat atas digelarnya pernikahan putri Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution. Eggy mendoakan agar Presiden Jokowi segera mendapat cucu setelah pernikahan putrinya.

    "Bapak Presiden Jokowi saya ucapkan selamat, anaknya mau dinikahkan, juga nanti cepat punya cucu," kata Eggi di Jakarta pada Ahad, 5 November 2017.

    Baca: Eggi Sudjana Minta Jokowi Tak Pisahkan Islam dan Politik

    Eggi menyampaikan ucapan itu dalam acara salat subuh berjamaah yang digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-1 Brigade Jawara Betawi 411 di Masjid Jami Al-Ma'mur di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, digelar pula deklarasi Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah.

    Seusai memberikan ucapan selamat atas pernikahan anak ke-2 Jokowi, Eggy juga mengingatkan agar Presiden Jokowi bersikap baik terhadap umat Islam. "Tapi baik-baiklah terhadap kami, umat Islam," lanjut Eggy.

    Eggi menilai Presiden Jokowi ingin memisahkan Islam dengan politik. Padahal, menurut dia, pemisahan Islam dengan politik dalam ajaran Islam tidak bisa dilakukan. "Saya sebagai rakyatnya berhak juga menasehati Presidennya, ngasih tahu Presidennya, jangan salah berpikir.” Jika dipisahkan, kata dia, bisa memicu konflik yang berkepanjangan.

    Baca juga: Begini Ucapan Eggi Sudjana yang Dianggap ...

    Menurut Eggi, dalam ajaran agama Islam pemisahan antara agama (Islam) dan politik tidak bisa dilakukan. Apalagi, lanjut Eggy, di dalam sila pertama Pancasila sudah jelas tertera bahwa ketuhanan adalah prinsip yang pertama.

    Jika pemisahan itu terjadi, kata Eggi, bisa membawa pada praktik beragama yang tidak baik. Menurut Eggi, praktik pemisahan inilah yang membawa pada praktik kriminalisasi terhadap para ulama.

    Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maa'rif ikut salat subuh dan memberikan dukungan terhadap gerakan itu. KH Muhammad Al-Khathath menjadi koordinator Gerakan Salat Subuh Berjamaah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.