Kunjungi Riau, AHY: Kalau Disebut Safari Politik Sah Saja

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menjawab pertanyaan dari media saat Diskusi Kepeloporan Pemuda di Jakarta, 28 Oktober 2016. Agus Yudhoyono mengisi hari pertama masa kampanye dengan Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menjawab pertanyaan dari media saat Diskusi Kepeloporan Pemuda di Jakarta, 28 Oktober 2016. Agus Yudhoyono mengisi hari pertama masa kampanye dengan Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Bogor - Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, mengunjungi Pekanbaru, Riau, Sabtu, 4 November 2017. AHY yang disebut-sebut bakal diusung Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2019 itu, tidak membantah bahwa kunjungannya ini merupakan bagian dari agenda safari politik.

    "Kalau ada yang menyebut ini adalah safari politik, itu sah-sah saja," ujarnya, setelah menghadiri acara sambutan adat, di gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Sabtu, 4 November 2017.

    Baca: Demokrat Pastikan Siapkan AHY Jadi Capres atau Cawapres 2019

    AHY mengatakan ia mendengar kunjungannya ke berbagai daerah selalu dikait-kaitkan dengan safari politik, termasuk kunjungannya ke Sulawesi Selatan dan pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar pada pekan lalu.

    Meski sadar dengan anggapan orang, kata AHY, kunjungan yang dilakukannya tidak seperti dugaan banyak orang. Menurut dia, kunjungannya ke sejumlah daerah itu dilakukan karena ingin bersilaturahmi ke seluruh elemen masyarakat.

    "Tidak serta-merta demikian, saya kunjungan ke berbagai daerah semata-mata ingin bersama-sama seluruh elemen masyarakat bangsa ini, juga khususnya generasi muda untuk membangun sebuah cita-cita besar negeri ini," ucapnya.

    Baca: Demokrat Siapkan AHY untuk 2019, Roy Suryo: Belum Ada Keputusan

    Dalam kunjungannya ke daerah ini, menurut dia, sekaligus untuk mengetahui serta mengenal karakteristik dan budaya daerah di Indonesia yang berbeda-beda.

    "Luar biasa, tadi kita ikuti petuah dan wejangan dari para sesepuh dan tokoh adat yang mulia. Adat istiadat itu penuh dengan kemuliaan dan kebijakan, oleh karena itu patut untuk saya terus bertemu dengan berbagai tokoh masyarakat, elite politik di daerah maupun nasional," tuturnya. 

    Menurut AHY, silaturahmi yang baik dapat membangun jembatan komunikasi yang baik pula untuk membangun bangsa. "Tapi tidak ada bicara politik hari ini. Kita benar-benar menjadi bagian seluruh elemen bangsa yang ingin Indonesia lebih maju ke depan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Syarif Hasan menyebutkan dalam pemilihan presiden 2019 akan menjadi semangat baru bagi Partai Demokrat. Syarif Hasan memastikan, partainya memiliki calon presiden dan wakil presiden dari kader, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono.

    "Sudah menjadi keputusan Partai Demokrat untuk calonkan AHY sebagai calon presiden atau wakil presiden," kata Syarif saat ditemui seusai reses sidang pertama di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 3 November 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.