Keterangan Setya Novanto di Sidang e-KTP Dianggap Membingungkan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi E-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, 3 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi E-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, 3 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi Muda Partai Golkar menilai keterangan Setya Novanto sebagai saksi persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP sangat membingungkan. Ini karena keterangan Ketua Umum Partai Golkar tersebut sangat berbeda dengan keterangan saksi-saksi lainnya.

    "Menjadi pertanyaan besar bagi kami, hanya keterangan Setya Novanto sendiri yang berbeda dengan keterangan saksi lainnya," kata Almanzo Bonara dari GMPG dalam siaran persnya, Sabtu, 4 November 2017. "Ini patut dicurigai karena sikap Setya Novanto terlihat menyumbat proses persidangan," dia menambahkan.

    Baca juga: Setya Bantah Bahas E-KTP di Bali, Ganjar Pranowo: Suka-suka Orang

    Setya Novanto hadir sebagai saksi untuk terdakwa Andi Naragong pada Jumat, 3 November 2017. Novanto banyak mengaku lupa saat hakim maupun jaksa bertanya soal kasus e-KTP. Dia juga membantah membahas e-KTP di Bandara Ngurah Rai, Bali, saat bertemu Ganjar Pranowo.

    Almanzo menyarankan agar jaksa segera mengkonfrontasi ulang keterangan Novanto dengan para saksi-saksi sebelumnya. Tujuannya agar dapat fakta kejadian sebenarnya bisa diketahui. "Jika memang Setya Novanto terbukti memberikan keterangan palsu, kami mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera melakukan proses hukum terhadap Setya Novanto," kata Almanzo.

    Baca juga: Disebut Terima Uang E-KTP, Setya Novanto: Itu Fitnah Kejam

    Lebih jauh, melihat proses persidangan kasus e-KTP dari keterangan para saksi dan tersangka lainnya, dia menilai sudah tepat bagi KPK untuk segra mengtersangkakan kembali Setya Novanto. Ini dianggap sebagai kesempatan bagi KPK untuk menunjukan kinerjanya dalam pemberantasan korupsi. "Agar masyarakat yakin penegakan hukum dan korupsi masih masih berlaku di negara ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.