Delapan Kereta Kuda Disiapkan untuk Pernikahan Kahiyang Ayu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sumber: Instagram

    sumber: Instagram

    TEMPO.CO, Solo - Kirab kereta kuda akan mewarnai pesta pernikahan putri Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution pada 8 November 2017. Kendaraan tradisional tanpa mesin itu akan digunakan oleh mempelai dan keluarganya menuju Gedung Graha Saba.

    Urusan kereta beserta kudanya itu disiapkan oleh warga Laweyan, Anwar Muhtadi. "Ada delapan kereta kuda yang saya siapkan, sesuai permintaan keluarga," katanya, Jum'at 4 November 2017.

    Baca: 5.453 personel TNI Polri Amankan Acara Pernikahan Kahiyang Ayu

    Masing-masing kereta akan ditarik oleh dua ekor kuda. Dengan demikian, Anwar harus menyiapkan 16 ekor kuda untuk acara tersebut. "Kuda yang digunakan berjenis poni, semuanya betina," katanya.

    Adapun kereta yang digunakan ada dua macam, terdiri dari andhong dan kereta kencana. Keduanya sama-sama memiliki empat roda. "Kalau kereta kencana menggunakan penutup, berbeda dengan andhong yang terbuka," katanya.

    Dua diantara kereta tersebut merupakan milik Anwar. Dua lainnya milik gedung pertemuan Graha Saba. Selain itu, Anwar juga meminjam empat kereta kuda milik Pemerintah Kota Surakarta.

    Empat kereta akan ditumpangi oleh Bobby dan keluarganya berangkat dari Hotel Alila menuju lokasi akad nikah. Jarak kedua lokasi itu sekitar tiga kilometer. Sedangkan empat lainnya akan digunakan oleh Kahiyang dan keluarganya.

    Baca juga: Jokowi Undang Sejumlah Pelawak ke Pesta Pernikahan Kahiyang Ayu

    Dinas Perhubungan Kota Surakarta juga telah menyiapkan serangkaian rekayasa lalu lintas untuk kelancaran perjalanan kereta kuda tersebut. Mereka akan mengosongkan ruas-ruas jalan yang akan dilalui oleh kereta.

    Selain memperlancar perjalanan kereta, pengosongan jalur itu dilakukan untuk memberi kesempatan masyarakat yang ingin menyaksikannya. "Kemungkinan banyak masyarakat yang antusias ingin nonton," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.