Kembali Dipanggil KPK, Yorrys Raweyai Ditanya Rapat-rapat Golkar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai kembali dipanggil KPK. Dia diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan merintangi proses penyidikan, persidangan, dan memberikan keterangan palsu dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP dengan tersangka Markus Nari.

    Yorrys diperiksa terkait kapasitasnya sebagai mantan Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar. "Iya, terkait Markus Nari. Ini kan kaitannya dengan kapasitas saya sebagai Korbid Polhukam punya korelasi dengan kasus e-KTP ini," kata Yorrys di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 November 2017.

    Baca: Diperiksa KPK, Yorrys Ditanya Markus Nari sampai Setya Novanto

    Yorrys mengungkapkan posisinya sebagai Korbid Polhukam berkaitan dengan Rudy Alfonso yang menjadi Ketua Bidang Hukum dan juga sebagai Ketua Mahkamah Partai mengurusi berbagai macam kasus yang menimpa kader-kader partai Golkar.

    Selain itu, Yorrys juga menuturkan rapat internal Korbid Polhukam sempat membahas tentang revisi undang-undang KPK, pencekalan Setya Novanto sebagai ketua umum partai dan pansus angket. Menurut dia, pembahasan rapat tersebut berimplikasi pada upaya KPK mendalami kesaksiannya terkait pencabutan BAP Miryam.

    "Sehingga ini memiliki korelasi yang berimplikasi pada hal-hal yang sekarang terjadi ini seperti pernah mendengar ada pertemuan dalam rangka pencabutan BAP si Miryam, enggak pernah," kata Yorrys.

    Selain itu, Yorrys juga diperiksa KPK terkait hubungan antara Rudi Alfonso dan Setya Novanto. KPK sempat menanyainya soal dugaan instruksi Novanto dalam pertemuan Markus Nari dan Rudi Alfonso.

    Baca: Usai Yorrys, Ketua Bidang Hukum Golkar Rudy Alfonso Diperiksa KPK

    "Saya tadi ditanyakan tapi saya tidak tahu. Tapi kapasitas saya dalam rapat internal kita sering bicarakan soal gimana sih dinamika masalah ini dengan keterpurukannya elektabilitas Golkar," ucapnya.

    Yorrys menilai kasus korupsi yang melibatkan Setya Novanto membuat elektabilitas Golkar semakin terpuruk. Selain itu, kata Yorrys, publik akan menilai Golkar mempertahankan para kadernya yang terlibat kasus korupsi. "Ini enggak bisa partai ini dipimpin sama orang-orang ini, dan ini kita akan lakukan perlawanan itu, saya dan teman-teman yang lain," ujar Yorrys.

    Sebelumnya, Selasa, 31 Oktober 2017, Yorrys Raweyai juga hadir ke Gedung KPK untuk memenuhi panggilan KPK. Ketika itu, dia dicecar pertanyaan seputar Markus Nari hingga Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.