SAFEnet: Meme Setya Novanto Bukan Bentuk Penghinaan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme Setya Novanto yang jadi anggota band Slipknot. twitter.com

    Meme Setya Novanto yang jadi anggota band Slipknot. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaringan relawan kebebasan berekspresi di Asia Tenggara, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), menilai beredarnya meme Setya Novanto pada September 2017 hanya reaksi spontan masyarakat terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI itu. "Meme ini hanya reaksi spontan masyarakat, tidak bisa dikatakan bentuk penghinaan secara sengaja, apalagi digerakkan," ujar Koordinator Regional SAFEnet Damar Juniarto melalui pesan pendek kepada Tempo, Jumat, 3 November 2017.

    Saat itu, Setya tiba-tiba sakit sehingga absen dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia langsung sembuh ketika pengadilan memenangkan gugatan praperadilan dan menggugurkan status tersangkanya. 

    Baca: Pengamat: Meme Setya Novanto Itu Sesuatu...

    Puluhan akun media sosial dilaporkan Setya Novanto melalui kuasa hukumnya ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 10 Oktober 2017. Para terlapor diduga mencemarkan nama baik Setya. Polisi menangkap dan menetapkan satu orang netizen, Dyann Kemala Arrizzqi, sebagai tersangka.

    Damar menyatakan polisi yang memisahkan teks dan konteks dalam kasus ini membuat pokok persoalan hukum menjadi timpang. Kasus ini tidak menyentuh akar masalah korupsi sebagai penyebab viralnya meme ini.  "Serta berdampak pada pelemahan gerakan antikorupsi demi tercapainya pemerintahan yang bersih dan akuntabel." 

    Baca juga: Selain Dyann, Polisi Buru Penyebar Meme Setya...

    Damar meminta kuasa hukum Setya Novanto mencabut laporannya di kepolisian. "Sudahkah kesempatan klarifikasi diberikan kepada mereka yang disangka mencemarkan nama baik?" Ketimbang langsung memproses hukum, Damar meminta polisi menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dengan mendorong mediasi para pihak sebagai upaya penyelesaian.

    Menurut dia, pemidanaan seharusnya menjadi upaya hukum terakhir. Sebelum menetapkan tersangka, polisi seharusnya terlebih dahulu mengirimkan surat peringatan dan memberi kesempatan terlapor mengklarifikasi di hadapan penyidik. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.