Miryam S. Haryani Baca Pledoi: Tuhan Tidak Pernah Tidur

Reporter:
Editor:

Mistono koran

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus pemberian keterangan palsu dalam sidang kasus KTP Elektronik Miryam S Haryani menyampaikan pertanyaan kepada saksi ahli dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 18 September 2017. Sidang lanjutan tersebut menghadirkan saksi ahli psikologi Reni Kusumawardani yang memaparkan hasil observasi terstruktur atas tiga video pemeriksaan terdakwa Miryam di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa kasus pemberian keterangan palsu dalam sidang kasus KTP Elektronik Miryam S Haryani menyampaikan pertanyaan kepada saksi ahli dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 18 September 2017. Sidang lanjutan tersebut menghadirkan saksi ahli psikologi Reni Kusumawardani yang memaparkan hasil observasi terstruktur atas tiga video pemeriksaan terdakwa Miryam di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa pemberi kesaksian palsu dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP, Miryam S. Haryani hari ini membacakan pledoi atau nota pembelaan  atas tuntutan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kams, 2 November 2017.

    Dalam pledoinya, Miryam menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Saya masih sangat yakin bahwa Tuhan tidak pernah tidur, kebenaran dan keadilan pasti akan menemukan jalan kemenangannya,” kata Miryam.

    Pada Senin, 23 Oktober 2017 lalau, jaksa penuntut umum KPK menuntut Miryam dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Baca juga: Miryam S. Haryani Dituntut 8 Tahun Penjara

    Jaksa penuntut umum KPK, Kresno Anto Wibowo mengatakan Miryan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memberikan keterangan tidak benar dalam sidang perkara korupsi e-KTP

    Politikus Partai Hanura itu didakwa telah memberikan keterangan palsu saat hadir menjadi saksi dalam sidang untuk dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman dan Sugiharto. Dengan alasan berada dalam tekanan penyidik KPK, Miryam kemudian mencabut semua keterangan yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

    Jaksa Kresno mengatakan berdasarkan barang bukti, seperti rekaman penyidikan, membuktikan bahwa tidak ada tekanan dari penyidik terhadap Miryam dari penyidik.

    Baca juga: Dituntut 8 Tahun Bui, Miryam: KPK Abaikan Fakta Persidangan E-KTP

    Miryam bersikukuh bahwa tuduhan yang ia terima adalah fitnah yang keji. Oleh karena itu, ia meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari semua tuduhan serta tuntutan yang didakwakan oleh jaksa.

    Membaca pledoi sekitar 45 menit, Miryam S. Haryani kemudian menutupnya dengan mengutip sebuah ayat dalam Al Kkitab yaitu Mazmur 31 ayat 2. “sendengkanlah (condongkanlah) telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!” ujar Miryam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.