Polisi Gagalkan Penyelundupan Pil Ekstasi Asal Belanda

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Gagalkan Peredaran 1000 Butir Ekstasi dan Sabu di Pekanbaru. TEMPO/Riyan Nofitra

    Polisi Gagalkan Peredaran 1000 Butir Ekstasi dan Sabu di Pekanbaru. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Padang - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggagalkan penyelundupan 214 butir narkotika jenis pil ekstasi dari Belanda. Ekstasi itu diduga akan diolah lagi untuk diedarkan di Sumatera Barat dan Pekanbaru.

    "Ini sindikat jaringan internasional. Mereka akan membuat home industry ekstasi di sini (Sumatera Barat)," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Kumbul Kusdiwijanto Sudjadi, Kamis, 2 November 2017.

    Baca: Polisi Tangkap WNA Penjual Liquid Vape Narkoba Asal Belanda

    Kumbul menuturkan mula-mula polisi menerima informasi akan ada pengiriman ekstasi dari Belanda ke Padang melalui Jakarta. Polisi dan aparat Bea-Cukai melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menangkap pelaku berinisial Y, 28 tahun, di parkiran Rumah Sakit Islam Siti Rahmah di Jalan By Pass pada 28 Oktober 2017.

    Polisi menemukan barang bukti berupa 214 butir ekstasi narkotika golongan 1 seberat 86,88 gram. Kemudian, satu paket diduga narkotika golongan 1, tiga buah telepon seluler, satu unit sepeda motor, dan dua helai kaus.

    Simak: Mabes Polri Menyita 1,2 Juta Butir Pil Ekstasi Jaringan Belanda

    Menurut Kumbul, Y merupakan residivis dalam kasus narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Y mengaku disuruh tersangka R, 37 tahun, yang merupakan narapidana kasus peredaran sabu-sabu dan SK, 37 tahun, narapida dalam kasus ganja. "Kami langsung menangkap R dan SK di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pariaman di Kota Pariaman," ujarnya.

    Kumbul menuturkan pelaku sudah dua kali menyelundupkan ekstasi ke Padang. Pertama berupa empat butir ekstasi yang mereka selundupkan untuk dicoba. Mereka berpromosi bahwa ekstasi asal Belanda tersebut berkualitas bagus.

    Lihat: Ekstasi Belanda Diselundupkan Dalam Mesin Kompresor

    Selanjutnya, pelaku kembali memesan ekstasi asal Belanda untuk diracik. Mereka akan mengolah biang ekstasi itu dengan alat yang akan dirancangnya. "Alatnya terbuat dari kayu. Kapasitas produksinya bisa mencapai 50 butir dalam satu hari," ujarnya.

    Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea-Cukai (KPPBC) Pabean B Teluk Bayur Hilman Satria mengaku mendeteksi penyelundupan narkoba asal Belanda. Pelaku mendapatkannya melalui transaksi online.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.