Elektabilitas Jokowi Lebih Tinggi dari Prabowo, Gerindra: Wajar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Dalam pertemua tersebut, Prabowo mengajak Jokowi untuk menunggang kuda bersama. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggangi kuda usai mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Dalam pertemua tersebut, Prabowo mengajak Jokowi untuk menunggang kuda bersama. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai wajar saat elektabilitas Joko Widodo lebih tinggi dibandingkan Prabowo Subianto. Sebab ia menilai tidak sesuai jika membandingkan antara inkumben dan sosok yang baru akan mencalonkan diri.

    "Wajar kalau seorang petahana elektabilitasnya di atas bakal calon, itu tidak apple to apple karena tidak bisa dibandingkan antara yang sedang menjabat dan belum," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 2 November 2017.

    Baca: Tiga Survei Berbeda, elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen

    Pendapat itu disampaikan Fadli untuk menanggapi hasil survei Populi Center yang menunjukkan elektabilitas Joko Widodo paling unggul dibandingkan dengan sejumlah nama yang dinilai berpotensi sebagai kandidat calon presiden. Elektabilitas Jokowi memperoleh 49,4 persen, sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 21,7 persen.

    Menurut Fadli, calon inkumben bisa melakukan kampanye politik secara terstruktur melalui program sehari-hari yang dilakukannya, seperti potong pita, meresmikan proyek, dan peletakan batu pertama. Karena itu, kampanye semacam itu dinilai Fadli tidak bisa dibandingkan dengan calon yang akan maju dalam pemilu presiden. "Namun saya yakin kalau sudah ada calon, petanya berubah sehingga hasil survei akan berbeda," ujarnya.

    Baca: 3 Tahun Jokowi-JK, Populi Center: 62 Persen Masyarakat Puas

    Selain nama Jokowi dan Prabowo, survei Populi Center menyebut sejumlah nama lain yang berpotensi. Ada nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 2,0 persen; Hary Tanoesoedibjo 0,7 persen; Anies Baswedan 0,7 persen; Susilo Bambang Yudhoyono 0,6 persen; Megawati Soekarnoputri 0,4 persen; Jusuf Kalla 0,4 persen; Wiranto 0,3 persen; Ridwan Kamil 0,3 persen; serta nama lain, di antaranya Basuki Tjahaja Purnama, Tito Karnavian, Surya Paloh, dan lainnya 0,9 persen.

    Dalam posisi head to head antara Jokowi dan Prabowo, hasil yang diperoleh adalah 56,7 persen responden memilih Jokowi, sedangkan yang memilih Prabowo 31,9 persen. Hanya 11,3 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.