Ketua MPR Meminta Jasa Marga Tidak PHK Pekerja Tol

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karena perkembangan teknologi, Gerbang Tol Otomatis (GTO) menjadi kebutuhan, akan tetapi kebijakan baru ini diharapkan tidak mengorbankan kemanusiaan

    Karena perkembangan teknologi, Gerbang Tol Otomatis (GTO) menjadi kebutuhan, akan tetapi kebijakan baru ini diharapkan tidak mengorbankan kemanusiaan

    INFO MPR - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menerima pengaduan Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia di gedung MPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 November 2017. Kedatangan Aspek Indonesia untuk mencari solusi bagi 20 ribu lebih pekerja tol yang akan kehilangan pekerjaan akibat kebijakan gerbang tol otomatis (GTO).

    Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat mengatakan kedatangan mereka ke MPR karena lembaga negara ini dianggap paling representatif. Mereka optimistis setelah pertemuan ini, para pekerja tol akan mendapat solusi terbaik.

    “Kami mengikuti kegiatan Pak Zul bertemu rakyat dan rasanya pas apabila aspirasi ini disampaikan ke MPR. Ada 20 ribu pekerja tol yang sedang gelisah karena ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Mirah.

    Mendengar keluhan itu, Zulkifli akan segera meminta PT Jasa Marga untuk menghindari kebijakan PHK karyawan. Ia menegaskan bersedia menjadi penyambung aspirasi.

    “Saya minta Jasa Marga menghindari kebijakan PHK karyawan. Memang karena kemajuan teknologi, GTO adalah kebutuhan, tapi jangan sampai mengorbankan kemanusiaan,” ujar Zulkifli.

    Jasa Marga sebaiknya membuka kesempatan bagi pekerja tol agar berkiprah di sektor lain yang dikelola perusahaan maupun anak perusahaan.

    “Pekerja tol ini punya keluarga, punya beban yang harus ditanggung setiap harinya. Kebijakan GTO kan sudah direncananakan lama, seharusnya solusi sudah disiapkan,” ucap Zulkifli. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.