EODB Naik Ke Peringkat 72, Jusuf Kalla Bangga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla jadi pembicara dalam ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, Ahad, 29 Oktober 2017. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Wapres Jusuf Kalla jadi pembicara dalam ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, Ahad, 29 Oktober 2017. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bangga dengan keberhasilan Indonesia mendongkrak peringkat Ease of Doing Busineess-nya (EODB) ke peringkat 72. JK, begitu ia kerap dipanggil, mengatakan pencapaian ini merupakan keberhasilan tersendiri.

    "Ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya," kata JK saat menjadi pembicara acara Prospek Ekonomi Indonesia 2018 di Jakarta, Kamis, 2 November 2017. Ia mengingatkan sebelumnya Indonesia pernah berada di peringkat tiga digit. “Sekarang dua digit.”

    Baca: Jusuf Kalla: Pulau Reklamasi yang Telah ...

    Sebagaimana diberitakan kemarin, World Bank menyatakan Indonesia berhasil naik 19 peringkat dalam hal kemudahaan berusaha. Dari yang sebelumnya peringkat 91, Indonesia naik ke peringkat 72. Hal itu membuat Indonesia berada di atas Tiongkok (78), India (100), serta Brazil (125).

    Meski berhasil naik peringkat belasan tingkat, World Bank masih memberikan nilai merah untuk beberapa variabel terhadap Indonesia. Salah satunya, Indonesia mendapat nilai minus 4 mengenai birokrasi ekpsor dan impor.

    Baca juga: Ditanya soal Penutupan Alexis, Jusuf Kalla: Apa ...

    Pemerintahan Presiden Joko Widodo memasang target 50 besar untuk EODB. Target utamanya adalah peringkat 40 di akhir periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    JK mengatakan bahwa berbagai perbaikan terus dilakukan pemerintah demi mencapai target 50 besar EDOB itu. Ia mengatakan negara manapun harus melakukan perbaikan besar-besaran jika ingin maju.

    Selain EODB, Indonesia juga mentargetkan kenaikan peringkat dalam survei-survei lainnya. Minimal mempertahankan pencapaian yang sudah ada agar tidak turun lagi.

    Beberapa survei yang disebutnya adalah Standards and Poor (S&P) serta Fitch Rating. Indonesia, kata JK, sudah mendapatkan status layak investasi dari S&P pada Mei lalu dan status itu harus dijaga agar tidak hilang di kemudian hari.

    "Nilai kita bagus yaitu B,B, dan B alias layak investasi. Inflasi sekitar 3-4 persen.” Dulu, kata JK, kondisi indonesia lebih berbahaya, inflasi bisa sekitar 10 persen.

    “S&P dulu bilang B minus, C minus.” Sehingga kini, ujar Jusuf Kalla, banyak faktor menggembirakan karena perbaikan-perbaikan mulai berhasil.

                                                                      

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.