Ini Pemenang Kompetisi GO-VIDEO 2017

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini Pemenang Kompetisi GO-VIDEO 2017

    Ini Pemenang Kompetisi GO-VIDEO 2017

    INFO NASIONAL - Penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, GO-JEK, akhirnya mengumumkan pemenang kompetisi GO-VIDEO 2017 yang diselenggarakan di Pusat Perfilman Haji Usman Ismail, Jakarta, Rabu malam, 1 November 2017. Kompetisi yang mengambil tema “Hidup Tanpa Batas” ini telah berlangsung selama lebih dari dua setengah bulan, sejak dibuka awal Agustus lalu.

    Para pemenang dalam kompetisi ini telah melalui tahapan seleksi ketat dari para kurator dan dewan juri. Chief Marketing Officer (CMO) GO-JEK Indonesia Piotr Jakubowski, yang juga sebagai juri dalam kompetisi GO-VIDEO 2017, mengatakan sangat mengapresiasi semua video yang dikirimkan para sineas Indonesia. Dia melihat antusiasme peserta dalam mengikuti kompetisi. Hal itu tercermin dari banyaknya video yang masuk dan memiliki kualitas yang bagus. “Semua video memiliki keunikan dan menunjukkan kreativitas masing-masing peserta,” ujarnya.

    Menurut dia, ada yang berbeda kompetisi GO-VIDEO 2017 ini dari kompetisi tahun lalu. “Tahun ini, partisipasi dari pelajar sangat besar. Hal ini terbukti dari karya para pelajar yang berkontribusi hampir 60 persen dari total video yang terkumpul. Dari segi kualitas, video karya pelajar juga memiliki kualitas yang luar biasa, banyak video dari pelajar yang menjadi finalis,” tuturnya.

    Selain Piotr, hasil karya peserta juga dinilai enam juri yang mumpuni di bidang perfilman dan industri kreatif, seperti Riri Riza (sutradara), Chelsea Islan (aktris), Reza Rahadian (aktor), Mira Lesmana (sutradara), Anggy Umbara (sutradara), dan Mikey Moran (DJ).

    Dari hasil penilaian yang dilakukan para juri, video dokumenter berjudul “An Artist” terpilih sebagai best picture atau peraih nilai tertinggi dari semua finalis dan kategori. Pemenangnya berhak mendapatkan hadiah utama sebesar Rp 300 juta. Video karya Rizal Subhi yang merupakan pelajar dari DKI Jakarta ini, menceritakan kisah Nagra Kautsar, seorang putra dari aktor senior Indonesia yang sejak kecil menyukai seni. Untuk memperkaya rasa berkeseniannya itu, Nagra belajar di jalan dengan menjadi seorang driver GO-JEK.

    Semua juri setuju memilih “An Artist” sebagai pemenang utama karena dinilai memiliki karakter dan plot cerita paling kuat. “Proses penjurian berjalan lancar, beberapa karya menonjol dengan sendirinya. Ada banyak pertimbangan dalam menentukan pemenang, karena kita melihat kreativitas itu harus bersanding sejajar dengan mengkomunikasikan ‘Hidup Tanpa Batas’. Jadi, kita cari yang terbaik yang tidak hanya bisa menghadirkan kreativitas, tetapi juga memberikan nilai ‘Hidup Tanpa Batas’, yang menjadi tema penting dalam kompetisi ini,” kata Riri Riza.

     Menurut Riri, keberhasilan Rizal Rubhi ini menunjukkan potensi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan industri perfilman dan seni di Indonesia. “Dari segi pelajar, mereka punya energi, excitement, dan passion, serta cerita yang juga baik. Dengan demikian, kita punya harapan di dunia video dan film masa depan, karena mereka akan menjadi semakin baik ke depannya,” ucapnya.

    Sementara, Dina Febriqa dari DKI Jakarta memenangkan kategori best student melalui karya Ayah (Luar) Biasa. Video ini menceritakan sosok ayah yang sejak istrinya tiada terpaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai hair stylist salon untuk menjaga ketiga anaknya. Namun dengan adanya GO-JEK, sang ayah masih tetap bisa bekerja serta menjaga ketiga anaknya.

    Selain itu, “La Nyungka” hasil karya Aka Pratama yang bercerita tentang raja pedalaman hutan mendadak terserang lapar di tengah malam dan diselamatkan oleh driver GO-JEK, berhasil memenangkan kategori komedi. Kategori video musik dimenangkan oleh “Tanpa Cemas” karya Liar Production yang bercerita tentang laki-laki berprofesi sebagai sales mobil yang sudah jenuh dengan pekerjaannya dan bermimpi menjadi seorang driver GO-JEK. Di kategori dokumenter, “Wise and Sunrise” karya Suwardi Aditya menjadi pemenang dengan video yang mengisahkan dua orang laki-laki yang bekerja menjadi seniman serta ahli kesehatan dan juga merangkap sebagai mitra driver GO-JEK.

    Kategori drama dimenangkan “Derap yang Dinanti” karya Axel Limandjaja, menceritakan kisah pemuda lumpuh yang tiba-tiba menghilang kemudian muncul mitra driver GO-JEK yang membantu proses pencarian. Sedangkan kategori animasi dimenangkan “GO-AXY” karya Arief Khoirul Alim. Video ini menceritakan driver GO-JEK yang siap melayani penumpang untuk menuju tempat tujuan meski harus melewati langit dan bumi.

    Piotr mengutarakan pelaksanaan kompetisi GO-VIDEO ini juga merupakan bentuk komitmen GO-JEK sebagai perusahaan teknologi lokal yang berjiwa sosial untuk mendukung kemajuan kreativitas anak bangsa. “Yang paling berkesan adalah bagaimana mereka mampu mengangkat isu-isu sederhana di kehidupan sehari-hari dengan sudut pandang berbeda. Di situ juga terlihat bagaimana persepsi mereka terhadap GO-JEK yang telah mengakar pada keseharian masyarakat. Ini bukti kalau memang anak muda Indonesia punya banyak film maker berbakat dan GO-JEK bangga bisa ikut membantu memamerkan karya mereka kepada masyarakat luas,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.