Kasus Novel Baswedan, Kabareskrim: Tidak Kami Tutup-tutupi

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Irjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jaringan Damaskus dan Abu Dhabi. Bareskrim, Jakarta Pusat, 10 Agustus 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    Kabareskrim Irjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jaringan Damaskus dan Abu Dhabi. Bareskrim, Jakarta Pusat, 10 Agustus 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menegaskan kepolisian terus menjalin koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Hal itu ditujukan untuk menghindari kecurigaan antarlembaga.

    "Kami sudah datang ke KPK untuk supaya sama-sama karena di sana ada penyidik kami juga. Artinya, sama-sama, yuk, supaya enggak ada kesan kami menutup-nutupi. Kan gitu, ya. Itu sudah," katanya di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, 1 November 2017.

    Ari mengaku sudah dua kali berkunjung ke KPK bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memaparkan perkembangan pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel. Polisi, kata Ari, sudah menjalankan tahapan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus ini.

    Baca juga: Presiden Jokowi Didesak Membentuk TGPF Penyerangan Novel ...

    Ari mengatakan tim penyidik sering menyam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.