Bencana Longsor di Kabupaten Bandung Menewaskan Satu Keluarga

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tanah longsor. thepoliticalcarnival.net

    Ilustrasi tanah longsor. thepoliticalcarnival.net

    TEMPO.CO, Bandung - Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Muara, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin malam, Senin, 30 Oktober 2017, sekitar pukul 23.55. Peristiwa itu mengakibatkan empat orang menjadi korban akibat tertimbun longsoran tanah.

    Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Heru Kiatno mengatakan terdapat dua rumah yang tertimpa tanah longsor dari bukit setinggi 25 meter itu. Salah satu rumah yang tertimpa itu dihuni empat orang anggota keluarga, sedangkan satu lagi kosong.

    Baca juga: PVMBG: Gerakan Tanah Meningkat di Seluruh Indonesia Oktober Ini

    "Korban berjumlah empat orang itu merupakan satu keluarga. Diduga mereka sedang tertidur saat longsor terjadi," kata Heru saat dihubungi Tempo, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Korban meninggal terdiri atas suami-istri dan dua anak. Mereka adalah Rukman, 40 tahun, Usu (30), Dini (8) dan Nanda (6 bulan). "Sekitar pukul 00.30 korban berhasil dievakuasi," ujar Heru.

    Heru menuturkan, sebelum longsor terjadi, kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore. "Kemudian jam 9 malam hujan lagi," ucapnya.

    Baca pula: Ini 22 Kecamatan di Bogor yang Rawan Longsor dan Tanah Bergeser

    Ia menambahkan, pihaknya mengimbau semua warga yang tinggal di kawasan rentan terkena dampak pergerakan tanah waspada karena sudah memasuki musim hujan. Sebab, kata dia, terdapat 31 kecamatan di Kabupaten Bandung yang rawan terkena bencana tanah longsor dan banjir. "Sebelum kejadian ini kita sudah sosialisasi di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.