Daftar Caleg Lewat PSI, Rian Ernest Terinspirasi Ahok dan Anies

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rian Ernest, Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang belakangan namanya muncul karena menjadi pendamping Ahok selama sidang uji materi Undang-undang Pilkada tentang kewajiban cuti, saat dijumpai di Pendopo Balai Kota, 1 September 2016. TEMPO/Larissa

    Rian Ernest, Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang belakangan namanya muncul karena menjadi pendamping Ahok selama sidang uji materi Undang-undang Pilkada tentang kewajiban cuti, saat dijumpai di Pendopo Balai Kota, 1 September 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Rian Ernest, mantan staf khusus bidang hukum Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Rian mengatakan ingin terjun ke dunia politik lantaran terinspirasi sosok Ahok. Ia juga mengatakan terinspirasi sosok Anies Baswedan.

    "Ada dua sosok yang mempengaruhi saya terjun ke politik. Pertama, Pak Ahok. Kedua, yang tidak bisa saya mungkiri, juga Pak Anies," kata Rian ketika ditemui setelah mendaftar menjadi calon legislatif di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Selasa, 31 Oktober 2017.

    Baca juga: PSI: Kata Pribumi dalam Pidato Anies Tak Etis dan Menaikkan Tensi

    Hari ini ada tiga pengacara muda mendaftar dan mendeklarasikan diri bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketiga orang tersebut adalah Dini Purwono, Surya Tjandra, dan Rian Ernest. Ketiganya akan bertarung dalam pemilihan calon anggota legislatif 2019 jika PSI lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Sebelumnya, PSI menerima pendaftaran dari kalangan profesional lain, yakni Isyana Bagoes Oka dan Andy Budiman. Keduanya merupakan mantan jurnalis, yang kemudian memutuskan hijrah ke dunia politik.

    Rian mengatakan ingin menjadi caleg karena ingin turut serta memperbaiki problem penegakan hukum di Indonesia, terutama di tubuh kepolisian, hakim, dan jaksa. Ia ingin memperjuangkan remunerasi yang layak bagi para penegak hukum.

    "Saya ingin penegakan hukum itu bebas dari tekanan politik dan uang," tuturnya.

    Karena itu, dengan latar belakangnya yang banyak berkaitan dengan bidang hukum, Rian ingin masuk ke Komisi Hukum jika terpilih nanti. Selain itu, ia ingin masuk ke Komisi Kesehatan jika ia tidak terpilih masuk ke Komisi Hukum. Rian mengatakan akan berfokus pada program pengembangan program kebijakan BPJS Kesehatan.

    Baca juga: Begini Cara PSI Meningkatkan Elektabilitas di Pemilu 2019

    Rian mengatakan akan menggarap para pemilih muda sebagai strategi supaya bisa lolos menjadi anggota Dewan dari PSI. Ia juga mengincar para pemilih yang terbuka pikirannya serta mau diajak berdiskusi untuk mau memilihnya.

    "Kalau pemilih, sebenarnya saya ingin semua orang pilih saya, tapi tentu saya akan fokus di anak muda," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.