Lewati Seleksi Ketat, Ini 10 Finalis GO-VIDEO 2017 Kategori Drama dan Dokumenter

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juri dan panitia Festival GO-Video Gojek 2017 (dok.Gojek)

    Juri dan panitia Festival GO-Video Gojek 2017 (dok.Gojek)

    INFO NASIONAL - Setelah sukses dengan GO-VIDEO pada tahun lalu, GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia ini kembali menggelar kompetisi video dengan tema “Hidup Tanpa Batas”. Dua setengah bulan sejak resmi dibuka, GO-VIDEO telah berhasil mengumpulkan ratusan video kreatif karya anak bangsa yang berasal dari seluruh Indonesia.

    Dari hasil seleksi dan penjurian, tim juri menemukan partisipasi dari pelajar, baik SMA maupun mahasiswa terbilang sangat dominan dalam kompetisi GO-VIDEO tahun ini. Tidak hanya mendominasi dari segi jumlah, hampir 60 persen dari total video yang terkumpul merupakan karya dari pelajar, memiliki kualitas video yang sangat mengagumkan.

    Jika dilihat dari komposisi 25 finalis GO-VIDEO pilihan tim kurator, hanya kategori musik video yang tidak memiliki finalis dari pelajar. Sedangkan kategori komedi dan animasi memiliki masing-masing satu finalis dari pelajar yang berpeluang untuk menjadi juara kategori. Dapat dikatakan tahun ini adalah tahunnya para pelajar dalam menghasilkan karya.

    Sebanyak 25 yang terpilih ini, kemudian disaring lagi oleh para dewan juri yang ahli di bidang seni dan video, seperti Mira Lesmana, Riri Riza, Anggy Umbara, Chelsea Islan, serta Reza Rahadian, untuk ditentukan pemenang yang diumumkan pada 1 November mendatang.

    Berikut 25 video terbaik pada kompetisi GO-VIDEO 2017, berdasarkan kategori beserta sinopsisnya. Daftar finalis ini juga dapat dilihat di situs https://www.go-jek.com/go-video/list/:

    Kategori Drama

    1. Jalan Hidup karya Surya Parulian Halim (https://youtu.be/Bc1Eg2GksZ8)

    Video ini bercerita tentang kemalangan yang menimpa laki-laki bernama Rizal. Kemalangan itu membawanya ke kehidupan yang penuh kesendirian dan dibatasi tembok tinggi. Dalam tembok itu, ia menemukan keberanian untuk memulai kehidupan barunya.

    2. Hidup Tanpa Batas karya Rangga Kusmalendra (https://youtu.be/899znB-Gxa0)

    Video berdurasi dua menit lebih ini menceritakan tentang driver GO-JEK yang bersiap melawan mayat hidup untuk menyelamatkan warga Indonesia. Dalam video tersebut, juga diisi pesan dari CEO GO-JEK Nadiem Makarim yang mengimbau masyarakat Indonesia untuk selalu hidup tanpa batas.

    3. Derap yang Dinanti karya Joshua Axel Limadjaja (https://www.youtube.com/watch?v=biX7DujiO2s)

    Video ini bercerita tentang pemuda lumpuh bernama Dion yang sedang berjalan-jalan dengan adiknya di pagi hari. Tanpa disangka, Dion tiba-tiba menghilang tanpa sepengetahuan siapa pun. Gita sebagai adik Dion, panik dan mulai mencari sang kakak. Begitu juga pacar Dion, Dinda yang turut mencari Dion. Gita dan Dinda tak henti mencari Dion hingga larut malam dan di situlah peran GO-JEK muncul.

    4. Solusi Orang Pintar karya Fauzan Akmal (https://www.youtube.com/watch?v=jMcnKoQrsr0)

    Menceritakan lelaki bernama Jambul yang terancam dikeluarkan dari sekolahnya. Dia pun lantas menemui ayahnya untuk memecahkan masalah tersebut. Namun ayah Jambul malah menemui orang pintar untuk mencari solusi atas permasalahan Jambul.

    5. Ayah (Luar) Biasa karya Dina Febriqa (https://www.youtube.com/watch?v=kvcind46kWI)

    Video ini menceritakan Ayah yang semenjak istrinya tiada, terpaksa berhenti dari pekerjaannya sebagai hair stylist salon yang sudah ditekuninya bertahun-tahun. Mulai saat itu, ia harus menyisihkan lebih banyak waktu untuk menjaga ketiga anaknya. Beberapa pekerjaan lain sudah dicoba, tapi semuanya tidak berjalan mulus. Ketika kesempatan menjadi hair stylist kembali datang dengan segala kemudahannya, kehidupan baru ayah pun dimulai.

    Kategori Dokumenter

    1. Wise and Sunrise karya Suwardi Aditya (https://youtu.be/YUMs19Frj5M)

    Sebagai mitra GO-JEK, Arif dan Fajar mendapatkan energinya masing-masing saat berinteraksi dengan pelanggannya. Selain bekerja sebagai mitra GO-JEK, Arif adalah seorang seniman dan Fajar adalah seorang ahli kesehatan. Meski keduanya bekerja dengan menggunakan belahan otak yang berbeda, mereka dapat saling berkolaborasi saat keduanya bergabung bersama GO-JEK.

    2. Berawal dari Sebuah Hobi "Hidup Tanpa Batas" karya Ardhi Kurniawan (https://youtu.be/UBfybhK4J2Y)

    Cerita tentang anak muda yang mencoba berbisnis dari sebuah hobi. Bisnis tersebut dimulai dari keisengannya pada 2015. Berkat sosial media, bisnis yang dia bangun mulai naik sampai sekarang dan brand-nya pun mulai dikenal banyak kawula muda. Selain itu, peran GO-JEK sangat membantu untuk pengantaran barang bagi pelanggannya yang malas keluar rumah atau sibuk dengan pekerjaannya.

    3. An Artist karya Rizal Subhi (https://youtu.be/wsYUP_Z6TK8)

    Nagra Kautsar adalah putra dari aktor senior Tio Pakusodewo, dirinya sudah sejak kecil senang dengan seni dan kini berkuliah seni di Jakarta. Namun di kampus tempat dia belajar, dia merasa ada yang kurang untuk memperkaya rasa dalam berkesenian sehingga memutuskan untuk tidak hanya belajar di kampus melainkan di jalan.

    4. Selalu Ada Harapan karya Lucky Devianto Kurniawan (https://youtu.be/S5L4K5C3G8U)

    Pak Acep, kepala keluarga yang berjuang menggapai harapan untuk membahagiakan keluarga tercinta. Rutinitas yang dia jalani bukan sekadar kegiatan, melainkan sebuah pekerjaan untuk mencari sesuap nasi. Perjuangan ditempuh sejak pagi hingga malam hari, berjalan menyusuri padatnya ibu kota bersama hiruk-pikuk di dalamnya. Suka cita dilalui demi senyum keluarga cinta di rumah. Kisah perjalanan Pak Acep yang ditemani jaket hijau kebesarannya yaitu GO-JEK.

    5. Asa dan Tirai Kehidupan karya Tohar Gunawan (https://youtu.be/s92hUuqCdaI)

    Endang Irawan adalah pengemudi ojek online di Jakarta. Ia menyisihkan penghasilannya untuk kebutuhan pesantren yang telah dibinanya. Endang juga membantu anak-anak dari driver GO-JEK yang meninggal dunia untuk dididik dan disekolahkan di pondok pesantren yang dia bina, tanpa dipungut biaya sedikit pun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.