Kasus Novel Baswedan, KPK: Tim Independen Belum Jadi Opsi

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (Kanan), dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif  melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Agus Rahardjo (Kanan), dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif melakukan jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, 1 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan pembentukan tim independen untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan belum menjadi opsi untuk dijalankan. "Itu belum jadi opsi karena dilihat bahwa pihak Polri masih melakukan pekerjaannya,” kata Laode di Gedung KPK, Senin, 30 Oktober 2017. 

    Laode menjelaskan, menurut Polisi kasus penyerangan terhadap Novel ini termasuk kasus yang sulit. "Info terakhir tentang Novel mereka menemukan beberapa clue (petunjuk) tapi belum dipresentasikan,"  ujar  Laode.

    Pembentukan tim independen sendiri merupakan usulan Novel Baswedan. Senin, 30 Oktober 2017 merupakan 200 hari peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Novel. Novel disiram air keras oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta.

    Baca juga: 200 Hari Kasus Novel Baswedan, Pegawai KPK Gunakan Pita Hitam

    Akibatnya mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia kemudian harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017. Novel pada Agustus 2017 lalu sudah menjalani operasi besar. Seharusnya Oktober ini ia kembali menjalani operasi besar.

    Wakil Ketua Saut Situmorang mengatakan bahwa belum ada perkembangan signifikan yang diinformasikan oleh kepolisian mengenai pelaku penyerangan penyidik senior Novel Baswedan.

    "Kepolisian welcome kita masuk ke dalam, sejauh ini belum ada perubahan (informasi) yang signifikan. Saya sendiri menawarkan diri untuk masuk tim itu dan Polri juga welcome, jadi artinya semuanya terbuka kok. Kita harus sabar karena ini kan kejahatan tidak gampang," kata Saut.

    Baca juga: Dua Dokter Ahli Periksa Retina dan Glaukoma Novel Baswedan

    "Kemajuannya belum, biasanya kalau ada kemajuan mereka akan beritahu kita," tambah Saut. Menurut Saut, KPK terakhir mendapatkan informasi dari kepolisian saat terakhir bertemu dengan Kepala Polri pada Juni lalu.

    "Waktu itu pas ketemu Kapolri saja kita singgung sedikit, tapi itu juga belum ada kemajuan signifikan ya. Nanti, kita tunggu saja. Tapi tim kan masih kerja," ucap Saut. Laode mengatakan bahwa komunikasi KPK dengan Polri masih terus dilakukan.

    "Komunikasi tetap dilangsungkan, Kapolda memimpin langsung upaya pencarian itu, mudah-mudahan tidak lamalah kita bisa menemukan," kata Laode. Tapi mengenai pembentukan tim independen seperti permintaan Novel Baswedan menurut Laode belum menjadi opsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?