Kios yang Terbakar di Pasar Atas Bukittinggi Sebanyak 700 Unit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran melanda Pasar Atas Kota Bukittinggi, Senin 30 Oktober 2017. Sebanyak 700 kios di pasar yang merupakan pusat wisata belanja di Sumatera Barat itu ludes terbakar. "Lantai dua habis dilahap api," ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat dihubungi Senin 30 Oktober 2017.

    Kata Ramlan, Pasar Ateh yang terletak di Kelurahan Benteng Pasar Atas Guguk Panjang Kota Bukittinggi merupakan pusat kerajinan kota itu. Toko yang terbakar itu menjual kain songket dan mukenah khas Bukittinggi.

    Baca juga: Pasar Gombong Terbakar, Ratusan Kios Ludes Dilalap Api  

    Berdasarkan informasi Dinas Kebakaran Kota Bukittinggi, api mulai terlihat sejak pukul 05.30 WIB. Ada enam orang petugas ronda yang melihat api dari Blok C lantai dua.

    Adapun toko yang terbakar terletak di Blok A1, A2 , A 3, B1, B2, B3, dan C1, C2, serta C3. Dari jumlah keseluruhan toko 800 buah, di perkirakan yang terbakar 600 toko, sedangkan 100 toko kosong, 100 toko lagi selamat dari api.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bukittinggi Musmulyadi mengatakan api sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ini masih dalam proses pendinginan.

    "Ada sekitar 30 mobil damkar ikut memadamkan. Kami dibantu kabupaten dan kota tetangga," ujarnya Senin 30 Oktober 2017.

    Baca juga: Kebakaran Pasar Senen, Api Berawal dari Lantai Dasar

    Pasar Atas Bukittinggi ini terletak di sekitar kawasan Jam Gadang. Pasar Atas terkenal dengan produk kerajinan songket dan souvenirnya. Pasar ini menjadi pusat perbelanjaan bagi wisatawan yang sedang mengunjungi Kota Wisata Bukittinggi. Juga terdapat pusat kuliner di pasar tersebut, seperti Nasi Kapau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.