Menaker Jenguk Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, meninjau korban kebakaran pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten,.Ahad, 29 Oktober 2017.

    Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, meninjau korban kebakaran pabrik kembang api PT. Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten,.Ahad, 29 Oktober 2017.

    TEMPO.CO, Tangerang–Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menjenguk korban kebakaran pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses di Tangerang, Banten, Ahad, 29 Oktober 2017.

    Menteri hanif juga ikut menyalatkan jenazah salah satu korban kebakaran, Maryati binti Dai, 28 tahun, warga Kampung Slembaran, Desa Blimbing, Kosambi, Tangerang. Jenazah di salatkan di Masjid Baitrurrahman yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. “Pemerintah ikut berbelasungkawa kepada keluarga korban,” katanya.

    Selain menyalatkan jenazah dan menyampaikan belasungkawa, Hanif menjenguk beberapa korban luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang didampingi Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto. Beberapa korban masih mendapatkan perawatan intensif di ruang intensive care unit.

    “Korban yang menjadi peserta BPJS pasti akan diberikan haknya sesuai dengan ketentuan yang ada. Kepada yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah tentu pasti akan memberikan bantuan. Namun pemerintah juga akan menuntut tanggung jawab pengusaha memberikan bantuan sesuai dengan standar BPJS," ucapnya.

    Dari hasil penyidikan yang dilakukan Tim Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja, hanya ada 27 karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dari 103 pekerja di perusahaan kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses. Hal ini menjadi salah satu temuan pelanggaran ketenagakerjaan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.