Diminta Maju di Pilpres 2019, Begini Kata Tommy Soeharto

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mendatangi Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, 15 September 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mendatangi Kantor Wilayah Wajib Pajak Besar Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, 15 September 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Bondowoso - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mendapat dukungan untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019. Dukungan itu mencuat dalam acara Dialog Kebangsaan di Pesantren Al Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu malam, 28 Oktober 2017.

    Dukungan agar putra bungsu Presiden Indonesia kedua, Soeharto, itu disuarakan seorang peserta dialog. "Mas Tommy enggak perlu mau-malu, muncul sajalah putranya Pak Soeharto. Tampillah sebagai pemuda dan calon pemimpin di negara ini," kata peserta yang mengenalkan diri sebagai dai tersebut.

    Baca juga: Partai Berkarya Besutan Tommy Soeharto Mendaftar ke KPU

    Permintaan tersebut sontak disambut dengan pekikan takbir dan tepuk tangan peserta. Menanggapi permintaan tersebut, Tommy mengatakan dirinya hanya seorang pengusaha. "Saya tidak memiliki ambisi untuk menjadi presiden," ujarnya.

    Selain dihadiri Tommy, acara dialog itu juga dihadiri mantan Danpuspom TNI, Mayor Jendral (purnawirawan) Syamsu Jalal, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mataliti, serta pengurus MUI Jawa Timur. Acara tersebut juga dihadiri puluhan kiai, ustaz, dan habib dari Bondowoso dan sekitarnya serta Keluarga Besar TNI (KBTNI).

    Di hadapan para peserta silaturahmi dan dialog kebangsaan yang bertema "Revitalisasi Sumpah Pemuda untuk Kedaulatan Bangsa" itu, Tommy sempat menyampaikan hasil pengamatannya ihwal gambaran situasi dan kondisi politik pemerintahan hingga perekonomian Indonesia. Tommy juga berbicara mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang terasa semakin jauh dari cita-cita Pancasila.

    Baca juga: Tommy Soeharto Calon Presiden 2019, Dua Partai Akan Berkoalisi

    Setelah sekitar 25 menit menggambarkan situasi kebangsaan, kemudian dibuka sesi tanya-jawab. Dialog dipandu langsung KH Muhammad Maksum, yang merupakan tuan rumah dan pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Ishlah. Sebagian besar peserta dialog bertanya ihwal situasi politik yang menghangat saat ini. Dalam kesempatan itulah, salah satu peserta dialog meminta Tommy Soeharto bangkit dan tampil ke masyarakat setiap saat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.