Peluncuran PKS Muda, Anies: Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Indonesia memiliki keberagaman bahasa di berbagai daerah di Indonesia. Bahasa Indonesia, kata dia, menjadi bahasa pemersatu masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    "Bahasa Indonesia dijunjung, bahasa persatuan dikuasai. Itulah yang membuat kita bisa berkomunikasi lintas wilayah tanpa ada masalah," kata Anies dalam peluncuran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muda di Epicentrum, Jakarta, 28 Oktober 2017.

    Baca: Alasan PKS Menolak Perpu Ormas karena Cinta Pancasila dan NKRI...

    Anies menilai kelahiran bahasa Indonesia terbilang unik, karena bahasa Indonesia telah dipakai sebelum negara Indonesia resmi didirikan. Bahasa Indonesia mampu menjadi alat perekat generasi muda terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan.

    "Hari ini bisa jadi dalam perjalanan 100 tahun Indonesia masih sering ada masalah, ada friksi, ada konflik, ada perbedaan tetapi yang menarik dalam menyelesaikan itu semua kita tak perlu penerjemah, semua bisa berdialog," ucapnya.

    Baca juga: Jokowi: Perpu Ormas Dibuat untuk Menjaga Pancasila dan NKRI...

    Oleh karena itu, Anies berharap seluruh masyarakat Indonesia bersyukur dengan kehadiran bahasa Indonesia untuk mempersatukan masyarakat serta mengatasi berbagai perbedaan atau konflik.

    "Dengan perasaan sama karena menggunakan bahasa yang sama.” Hal itu, kata Anies, sering tidak kita sadari saat ini. “Saya mengajak kepada kita semua mari mensyukuri soal ini," katanya dalam peluncuran PKS Muda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.