Ketua MPR Mengajak Semua Pihak Menjahit Kembali Merah Putih

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Mengajak Semua Pihak Menjahit Kembali Merah Putih

    Ketua MPR Mengajak Semua Pihak Menjahit Kembali Merah Putih

    INFO MPR - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan banyaknya pihak yang saling menista dan melapor sesama anak bangsa. Bagi Zulkifli, seharusnya jangan ada yang memisah-misahkan satu dengan yang lain.

    “Sekarang kalau bukan pendukungnya maka dianggap lawannya. Kalau beda pilihan dalam pilkada dianggap anti Pancasila. Ini salah paham sekaligus paham yang salah,” ujarnya dalam Orasi Kebangsaan memperingati Hari Jadi ke-53 Universitas Muhammadiyah Surakarta, di Auditorium Moch. Djazman Al Kindi Surakarta, Jumat, 27 Oktober 2017.

    Karena itu, dia mengajak semua pihak untuk menahan diri agar tidak memecah belah persaudaraan. “Mari, hentikan kegaduhan dan mulailah menjahit kembali Merah Putih kita. Apa pun latar belakang suku, agama, dan latar belakangmu, kau adalah saudaraku,” katanya.

    Salah paham yang lain, kata Zulkifli, adalah pengkotak-kotakan masyarakat. “Kami toleran, kalian intoleran. Kami perawat kemajemukan, kalian perusak kebinekaan. Kami penjaga Pancasila dan kalian pengkhianat Pancasila. Salah paham ini berbahaya. Ini harus kita luruskan,” ucapnya.

    Dia menegaskan agenda kebangsaan bukanlah sekadar mengejar ketertinggalan di berbagai bidang, juga bukan sekadar pekerjaan rumah mengenai ekonomi rakyat. Selain kedua agenda itu, agenda kebangsaan yang sungguh serius dan tidak bisa ditunda-tunda untuk ditunaikan adalah agenda untuk menjahit kembali Merah Putih. “Saya beserta jajaran MPR menegaskan tekad kami untuk menjadi penjahit kembali Merah Putih, merajut kebinekaan, memperkuat persatuan. Kami percaya inilah tugas sejarah yang sangat besar, yang menjadi tantangan kita sekarang ini,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.