Menaker Instruksikan Jajarannya Usut Kecelakaan Kerja di Gudang Mercon

Reporter:
Editor:

Charles

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik kembang api di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, meledak dan terbakar, Kamis, 25 Oktober 2017.  MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    Pabrik kembang api di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, meledak dan terbakar, Kamis, 25 Oktober 2017. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengusut tuntas kasus kecelakaan kerja yang terjadi di gudang mercon milik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang berlokasi di Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang, Banten.

    “Kalau memperhatikan dahsyatnya kejadian, serta banyak korban meninggal dan luka karena tak dapat menyelamatkan diri, diduga kuat ada pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja.  Kasus ini harus diusut tuntas,” kata Menteri Hanif, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Simak: Pabrik Petasan Terbakar, Begini Kondisi Korban Tewas

    Terkait hal ini, Menaker telah menginstruksikan kepada Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Sugeng Priyanto untuk melakukan pengusutan tuntas.

    Melihat banyaknya korban serta temuan lapangan yang menunjukkan bahwa kondisi pintu gerbang pabrik yang selalu terkunci, diduga kuat perusahaan tersebut tidak memiliki Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagaimana yang telah ditentukan oleh pemerintah.  Salah satu ketentuan yang diatur dalam SMK3 adalah perusahaan harus mampu menanggulangi kebakaran, serta menyediakan akses jika terjadi kondisi kegawatdaruratan. “Jika memang terjadi pelanggaran K3, pihak perusahaan harus bertanggung jawab dan dikenai sanksi,” ucap Menaker.

    Pemerintah berjanji akan menjamin terlaksananya pemberian hak-hak korban, baik hak bagi ahli waris pekerja yang meninggal, hak pengobatan bagi korban terluka, serta hak-hak lainnya. “Perusahaan harus bertanggung jawab,” kata Menaker. 

    Kepolisian terus melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, perusahaan tersebut mempekerjakan 103 pekerja. Dari jumlah tersebut  ditemukan 47 korban meninggal serta 43 luka-luka. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.