Tiga Kali Ikut Pilpres, JK Tegaskan Tak Maju pada Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Wakapolri Komjen. Pol. Syafruddin (ketiga kanan), disambut Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana (kedua kanan) saat tiba di Istanbul, Turki, 19 Oktober 2017. ANTARA FOTO/HO/Tim Media Wapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Wakapolri Komjen. Pol. Syafruddin (ketiga kanan), disambut Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana (kedua kanan) saat tiba di Istanbul, Turki, 19 Oktober 2017. ANTARA FOTO/HO/Tim Media Wapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dia tidak akan mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden pada 2019.

    "Saya tidak akan maju lagi karena dua alasan, pertama karena umur dan kedua karena ketentuan Undang-Undang Dasar 1945," katanya saat membuka Musyawarah Nasional Kedaulatan Bangsa Menuju Satu Abad Kemerdekaan 2045 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Baca juga: Begini Kriteria Pendamping Jokowi di Pilpres versi SMRC

    "Jadi jelas hanya dua kali. Di situ tidak ada kata berturut-turut, tapi dua kali. Jadi saya sudah dua kali. Kalaupun di situ ada kata berturut-turut, maka saya juga tidak akan maju lagi," kata JK, yang disambut tepuk tangan hadirin.

    Dia juga berbicara tentang keikutsertaannya dalam pemilihan-pemilihan presiden dan wakil presiden sebelumnya.

    "Saya ini juara Indonesia. Tiga kali ikut pilpres dan dua kali menang satu kali kalah. Mana ada yang seperti saya," kata JK, sembari disambut tawa meriah hadirin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.