Bupati Kena OTT, Warga Nganjuk Gelar Syukuran di Alun-alun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu ruangan yang disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas Pendidikan, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (25/10.2017). KPK melakukan penyelidikan terhadap sejumlah Kepala Dinas di lingkungan pemerintah daerah setempat terkait dugaan tidak pidana korupsi berupa penerimaan suap pada perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2017. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    Salah satu ruangan yang disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas Pendidikan, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (25/10.2017). KPK melakukan penyelidikan terhadap sejumlah Kepala Dinas di lingkungan pemerintah daerah setempat terkait dugaan tidak pidana korupsi berupa penerimaan suap pada perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2017. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari seusai penangkapan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman dan istrinya, Ita Triwibawati, dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, puluhan warga dan aktivis antikorupsi menggelar syukuran di alun-alun. Sedikitnya tujuh pria melakukan aksi pangkas rambut hingga botak. “Ini bentuk syukur kami atas ditangkapnya para koruptor di Nganjuk,” kata Jon William Waduwe, salah satu aktivis antikorupsi yang mengikuti aksi itu, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Disaksikan rekan-rekannya, para relawan cukur gundul ini merelakan rambutnya dipangkas habis menggunakan alat pangkas rambut elektrik oleh temannya. Sontak aksi ini memancing perhatian warga yang melintas di sekitar alun-alun. Mereka ikut menyaksikan aksi cukur gundul yang diselingi orasi dukungan kepada penyidik KPK.

    Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Nganjuk Tersangka Jual-Beli Jabatan

    Menurut Jon, perilaku korup Bupati Nganjuk Taufiqurrahman ini sudah keterlaluan. Selain menguasai proyek pemerintah, dia memonopoli pemerintahan dengan mencalonkan istrinya menjadi Bupati Nganjuk periode berikutnya.

    Sementara itu, pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di Mapolres Nganjuk sudah berakhir pada pukul 07.00 WIB. Mereka diperiksa secara maraton mulai Rabu, 25 Oktober 2017, pukul 13.00 WIB, di ruang Command Centre dan Rupatama. “Ada yang datang masih memakai seragam dinas, ada yang dijemput malam,” kata Kepala Kepolisian Resor Nganjuk Ajun Komisaris Besar Joko Sadono.

    Pemeriksaan mereka, menurut Joko, tidak bersamaan dan berlangsung semalam suntuk. Baru pagi tadi, pukul 07.00 WIB, mereka meninggalkan Mapolres. Demikian pula lima penyidik KPK langsung bergegas menuju Surabaya.

    Baca juga: Ikut Kena OTT, Istri Bupati Nganjuk Tak Ditetapkan Tersangka

    Kapolres menambahkan, dia sama sekali tidak mengetahui materi pemeriksaan tersebut. Polres bahkan baru menerima pemberitahuan peminjaman tempat untuk pemeriksaan hanya beberapa jam sebelumnya. “Kami juga dimintai bantuan mengawasi tempat-tempat yang sudah disegel KPK,” kata Joko.

    Dia juga memastikan hingga saat ini situasi masyarakat di Kabupaten Nganjuk masih kondusif. Aksi cukur gundul di alun-alun depan Pendopo Kabupaten Nganjuk disebutnya belum merupakan ancaman potensi kerawanan. Kapolres juga menjamin situasi tetap aman menjelang pelaksanaan pemilihan bupati Nganjuk pada 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.