Reka Ulang, Begini Rencana Teroris Meledakkan Bom di Istana

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menjaga area rekonstruksi oleh terduga tindak pidana terorisme di  kawasan Mekarsari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, 26 Oktober 2017. Reka ulang adegan ini juga diadakan di kawasan Antapani, Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Polisi menjaga area rekonstruksi oleh terduga tindak pidana terorisme di kawasan Mekarsari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, 26 Oktober 2017. Reka ulang adegan ini juga diadakan di kawasan Antapani, Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus Antiteror 88 melakukan reka ulang terduga teroris yang berencana meledakkan bom di Istana Presiden dan Markas Brimob. Reka ulang tersebut merekonstruksi bagaimana para pelaku merencanakan aksi dan merakit bom. Reka ulang dilakukan di enam tempat di Kota Bandung, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Berdasarkan pantauan Tempo, tim Densus 88 yang dibantu Kepolisian Daerah Jawa Barat membawa sekaligus empat tersangka dalam perencanaan aksi teror tersebut. Keempat tersangka itu, yakni AR, Y, SH, dan R. Sedangkan AK, yang merupakan istri dari AR, tidak dihadirkan karena sedang hamil.

    Lokasi pertama reka ulang tersebut dilakukan di warung susu milik AR dan AK di kawasan Babakan Sari, Kiaracondong, Kota Bandung. Di lokasi tersebut, AR dan AK, yang diperankan orang lain, tampak berboncengan menggunakan sepeda motor, lalu masuk ke warung susu milik mereka.

    Baca juga: Terduga Teroris JAD Bandung Belajar dari Bahrun Naim Via Telegram

    Reka ulang dilanjutkan ke sejumlah titik, di antaranya rumah kontrakan Y, toko bahan kimia di Kota Bandung. Saat melakukan reka ulang itu, mereka menggunakan baju tahanan berwarna jingga dan tanpa penutup kepala.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus menyebutkan, reka ulang tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara mereka sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Ia mengatakan ada 12 adegan yang diperagakan oleh empat pelaku di enam tempat.

    "Ini merupakan rekonstruksi atas lima tersangka yang telah kita tangkap pada Agustus lalu. Di sana mereka merencanakan dan merakit bom kimia," kata Yusri kepada wartawan di lokasi reka ulang, Kamis, 26 Oktober.

    Yusri mengatakan kelima tersangka tersebut diduga merencanakan aksi teror di Istana Presiden dan Markas Besar Brimob. Mereka telah menyiapkan sejumlah rangkaian bom berbahan kimia. "Mereka mulai merancang pada awal Agustus 2017," ucap Yusri.

    Baca juga: 5 Terduga Teroris di Bandung Bidik Istana Negara dan Mako Brimob

    Yusri menambahkan, perencanaan aksi teror tersebut dimodali oleh pasangan suami-istri, AK dan AR. Bom tersebut dirakit oleh Y yang belajar dari blog milik Bahrun Naim.

    "Y ini belajar dari blog Bahrun Naim. Dia juga yang mengajari Agus Wiguna, pelaku bom panci di Buah Batu waktu itu," ucap Yusri.

    Menurut Yusri, perkara kelima terduga teroris tersebut akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan. "Akan segera dilimpahkan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.