Antisipasi Banjir, BNPB Siagakan Dana Siap Pakai Rp 250 Miliar

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain digenangan air yang merendam pemukiman penduduk di kawasan pinggiran Sungai Deli, di Medan, Sumatera Utara, 16 September 2017. Banjir kiriman akibat debit air di hulu tinggi, menyebabkan ratusan rumah di pinggiran sungai tersebut terendam. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan datang pada Juli-September 2017. ANTARA FOTO

    Sejumlah anak bermain digenangan air yang merendam pemukiman penduduk di kawasan pinggiran Sungai Deli, di Medan, Sumatera Utara, 16 September 2017. Banjir kiriman akibat debit air di hulu tinggi, menyebabkan ratusan rumah di pinggiran sungai tersebut terendam. BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan datang pada Juli-September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dana siap pakai sebesar 250 miliar untuk antisipasi kondisi darurat saat saat terjadi banjir dan longsor. Indonesia saat ini sudah mema musim penghujan.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dana tersebut  akan digunakan untuk penanganan darurat kepada BPDB yang memiliki daerah rawan banjir dan longsor. "Kalau kurang kami tambah," tuturnya di kantor BNPB, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

    Baca juga: Kerja Sama BNPB Dengan UGM Bangun Peringatan Dini Longsor

    BNPB, kata Sutopo, telah mengetahui daerah rawan banjir dan longsor sehingga memudahkan antisipasi. "Prediksi waktu dan polanya sudah diketahui, sehingga antisipasi telah berjalan," ujar Sutopo

    Sutopo mengatakan salah satu antisipasi BNPB adalah membagikan peta rawan banjir dan longsor kepada pemerintah daerah. Masyarakat, kata dia, dapat mengakses peta rawan bencana tersebut  di inarisk.bnpb.go.id atau website badan geologi, BMKG, dan Kementerian PUPR.

    Baca juga: Banjir dan Longsor Melanda Pangandaran, 4 Orang Tewas

    Sutopo mengatakan antisipasi dilakukan dengan rapat koordinasi, sosialiasi, serta simulasi. Dia menambahkan antisipasi juga dengan penguatan bantuan logistik peralatan serta penetapan status siaga. "Juga dengan pemberian bantuan dana siap pakai," ucapnya.

    Saat ini, kata Sutopo, sistem peringatan dini untuk banjir dan longsor serta aplikasi pemantauan banjir telah diaktifkan. Dia juga mengatakan BNPB bersama beberapa pihak telah membuat website petabencana.id yang dapat digunakan oleh masyarakat. "Biar masyarakat bisa melaporkan banjir di daerahnya," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.