Hidayat Sampaikan Tiga Hal Jika Ingin Merevitalisasi Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hidayat Sampaikan Tiga Hal Jika Ingin Merevitalisasi Pancasila

    Hidayat Sampaikan Tiga Hal Jika Ingin Merevitalisasi Pancasila

    INFO MPR - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan MPR telah menyosialisasikan Pancasila sejak 2004. Meski telah disosialisasi, Hidayat terus mendorong agar pemerintah juga mengambil peran.

    "Kami selalu menyampaikan hal ini kepada eksekutif," ujarnya saat menjadi narasumber dalam seminar Pembangunan Hukum Nasional bertema “Revitalisasi Pancasila dalam Rangka Penataan Regulasi untuk Membangun Sistem Hukum Nasional” di Jakarta, 26 Oktober 2017, 

    Menurut dia, keikutsertaan pemerintah dalam menyosialisasikan Pancasila ini karena MPR memiliki keterbatasan. Anggota MPR yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah memiliki kesibukan luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. "Anggota DPR memiliki kesibukan yang luar biasa," tuturnya.

    Keterbatasan lain adalah mengenai anggaran. "Untuk itu, pemerintah harus melakukan sosialisasi Pancasila seperti penataran P4 (pedoman, penghayatan, dan pengamalan Pancasila), tapi dengan kondisi berbeda," ucapnya.

    Sebagai pimpinan MPR periode 2004-2009 dan 2014-2019, Hidayat mengatakan selalu menyampaikan pentingnya sosialisasi Pancasila kepada pemerintah. Dia bersyukur saat pemerintaha Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo respons itu disambut baik. Contohnya, dibentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. (UKPPIP)"Dengan adanya lembaga ini, sosialisasi Pancasila lebih dilaksanakan. Kami berharap respons baik pemerintah itu semakin mengokohkan Pancasila dan hadir dalam kehidupan," ujarnya.

    Hidayat menjelaskan, jika Pancasila perlu direvitalisasi, itu menunjukkan seolah-olah Pancasila tak revital. Untuk itu, dia bersyukur dengan seminar ini, ada kondisi kebangsaan yang layak dijadikan warning demi memajukan Pancasila. Dia menyebut ada beberapa negara yang dulu eksis dengan ideologinya, tapi akhirnya bubar karena tak bisa mempertahankannya. "Allhamdulillah, Indonesia yang beragam, namun kita tetap bersatu. Ini karena ada pemahaman Pancasila," katanya.

    Hidayat menyebut, jika ingin merevitalisasi Pancasila, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, menyegarkan kembali sejarah tentang Pancasila dari proses 1 Juni 1945-18 Agustus 1945. Kedua, memahami tantangan kebangsaan. Ketiga, semakin menggencarkan sosialisasi Pancasila. "Seperti yang dilakukan MPR dan UKPPIP," ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.