Pasca-OTT Taufiqqurahman, Wakil Bupati Nganjuk Minta PNS Tenang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Nganjuk periode 2008-2013 dan 2013-2018 Taufiqurrahman usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Jnauari 2017. Ia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bupati Nganjuk periode 2008-2013 dan 2013-2018 Taufiqurrahman usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Jnauari 2017. Ia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Bupati KH Abdul Wahid Badrus mengambil alih kepemimpinan pemerintah daerah usai penangkapan Bupati Nganjuk Taufiqqurahman dan istrinya oleh KPK. Dalam apel bersama di halaman Pemkab Tulungagung pagi tadi, Wahid meminta seluruh aparatur tenang dan tetap melakukan tugas seperti biasa.

    Sehari usai penangkapan Bupati Taufiqqurahman dalam operasi tangkap tangan oleh KPK di Jakarta kemarin, Wakil Bupati Nganjuk Abdul Wahid Badrus langsung memimpin apel bersama. Seluruh aparatur sipil negara dikumpulkan di halaman pendopo pemkab untuk menerima pengarahan. “Tetap jalankan tugas pelayanan dan jangan terpengaruh kondisi yang berkembang saat ini,” kata Badrus di depan pegawainya, Kamis 26 Oktober 2017.

    Baca juga: OTT Bupati Nganjuk, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

    Dia memastikan penangkapan Bupati Taufiqqurahman yang diikuti pemeriksaan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk tak akan mempengaruhi pelayanan masyarakat. Seluruh pegawai negeri juga diminta tenang dan tidak terpengaruh isue-isue yang berkembang terkait proses hukum tersebut.

    Dengan penangkapan Taufiqqurahman ini, kendali pemerintahan Kabupaten Nganjuk dipegang oleh Abdul Wahid. Dalam waktu dekat Abdul Wahid akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri terkait penyelenggaran pemerintahan tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan Mendagri jika ada pertanyaan nanti,” katanya.

    Saat dikofirmasi nama-nama pejabat daerah yang sejak kemarin menjalan pemeriksaan di Mapolres Nganjuk, Badrus enggan menjawab. Dia mengaku tidak tahu menahu karena menjadi ranah penyidik KPK.

    Kepala Bagian Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto mengatakan informasi yang beredar terkait nama-nama pejabat yang diperiksa adalah Kepala Bagian Dinas Lingkungan Hidup Harianto, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Cahyo, dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Suroto. “Hanya tiga orang itu yang saya tahu,” katanya.

    Baca juga: Bupati Nganjuk Kena OTT KPK setelah 7 Bulan Menang Praperadilan

    Sementara beberapa orang yang turut mengikuti ketiganya di Mapolres Nganjuk disebut Agus hanya sebagai sopir. Diantaranya adalah Sumadi, sopir Harianto yang mengikuti bosnya ke Mapolres Nganjuk.

    Sebelumnya penyidik KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup Harianto dan salah satu ruangan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Rabu 25 Oktober 2017. Sejumlah pejabat di dinas tersebut juga diperiksa penyidik KPK di Mapolres Nganjuk. Adapun Bupati Nganjuk Taufiqqurahman dan istrinya juga dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan di Jakarta kemarin. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.