Pembangunan Gedung Baru DPR Digagas sejak 10 Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung MPR, DPR, dan DPD. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Gedung MPR, DPR, dan DPD. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan disusun ulang. Menurut pelaksana tugas Sekretaris Jenderal DPR, Damayanti, hal itu dilakukan karena hasil sayembara desain pembangunan gedung DPR tidak sesuai dengan yang diinginkan lembaganya.

    "Namanya kontes itu tidak sempurna, dan hasilnya belum tentu akan dipakai," ujar Damayanti di kompleks DPR, Rabu, 25 Oktober 2017.

    Baca: Dana Gedung Baru DPR Rp 5,7 Triliun Disetujui, Klaim atau Fakta?

    Damayanti belum mau menjelaskan kapan perencanaan hingga pembangunan gedung itu dimulai. Menurut dia, perencanaan akan dimulai dari tahap konsultasi sampai manajemen konstruksi sebelum pembangunan berjalan. Semuanya akan dilakukan melalui proses lelang. "Jadi tidak serta-merta membangun gedung," ujar Damayanti.

    Pembangunan gedung DPR ini sudah direncanakan sejak 10 tahun lalu. Perencanaan proyek gedung ini kerap tak transparan. Tudingan ihwal penggelembungan anggaran pun kerap ditujukan ke DPR. Berikut ini perjalanan upaya DPR membangun gedung baru tersebut.

    4 Februari 2006
    DPR membentuk Tim Kajian Peningkatan Kinerja untuk mengatasi rendahnya tingkat kehadiran anggota dan produktivitas legislasi. Menurut kajian, ruang sidang yang dinilai tidak nyaman menjadi penyebab. Muncullah rencana pembangunan gedung baru.

    2008-2009
    Sekretariat Jenderal DPR menyodorkan konsep gedung baru DPR berbentuk huruf U terbalik.

    2010
    Ketua DPR Marzuki Alie memperoleh gambaran lengkap rencana gedung baru DPR sehingga menurut dia tak perlu ada sayembara. Pembangunan ditunda hingga 2011.

    11 Maret 2011
    Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR Soemirat mengungkapkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum yang menyebut biaya pembangunan gedung Rp 1,138 triliun.

    21 April 2011
    ICW melaporkan ke KPK dugaan penggelembungan pembangunan gedung DPR senilai Rp 602 miliar dari total anggaran Rp 1,138 triliun.

    23 Mei 2011
    Marzuki Alie membatalkan rencana pembangunan gedung.

    November 2014
    Usul pembangunan gedung baru DPR muncul kembali.

    12 Februari 2015
    Grand design penataan fisik gedung DPR masuk ke komponen penambahan anggaran DPR usulan Badan Urusan Rumah Tangga. Total tambahan anggaran Rp 1,6 triliun.

    14 Agustus 2015
    Presiden Joko Widodo batal menandatangani prasasti pembangunan gedung baru DPR.

    30 Oktober 2015
    Rapat paripurna DPR menyetujui RAPBN 2016, termasuk duit ratusan miliar rupiah bagi Setjen DPR, yang disebut-sebut untuk rencana pembangunan gedung baru.

    November 2015
    DPR menetapkan pemenang sayembara desain gedung.

    4Juli 2017
    Usul pembangunan gedung kembali mencuat. Ada dana Rp 601 miliar untuk megaproyek itu.

    Oktober 2017
    DPR akan mendesain ulang gedung baru.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.