Kemlu Masih Tunggu Klarifikasi AS Soal Pelarangan Gatot Nurmantyo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan  Menlu Tunisia, Khemaies Jhinaoui di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72, New York, Amerika Serikat, 18 September 2017. Kemlu RI

    Menlu Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Tunisia, Khemaies Jhinaoui di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-72, New York, Amerika Serikat, 18 September 2017. Kemlu RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi enggan bicara saat ditanya soal tindaklanjut pasca pelarangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat. Retno hanya mengatakan Kementerian Luar Negeri terus berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat.

    "Oh kita komunikasi terus, kita bekerja terus untuk menyelesaikan," kata Retno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 25 Oktober 2017.

    Baca: Panglima Gatot Nurmantyo Curhat Kecewa Ditolak Masuk AS

    Panglima Gatot sedianya berangkat ke Washington DC, Amerika Serikat pada akhir pekan lalu untuk menghadiri acara konferensi Panglima Angkatan Bersenjata Sedunia yang membahas pencegahan kelompok ekstremis. Namun, Gatot dilarang masuk wilayah AS meski disebut telah memiliki visa dan undangan resmi.

    Baca: Panglima Gatot Sebut Pangab AS Sudah Sampaikan Maaf

    Kemarin, Juru Bicara Departemen Keamanan Luar Negeri Dave Lapan menjelaskan alasan pelarangan Gatot karena protokol keamanan AS. Namun, Lapan tak merinci protokol keamanan yang dimaksud.

    Sebelumnya Retno pun mengatakan pihaknya menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah AS. Namun, ia tak menjawab ketika ditanya soal bagaimana dan kapan pemerintah RI mendesak AS untuk menyampaikan klarifikasinya. "Nanti kita tunggu. Kita masih berkomunikasi terus, kita tunggu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga