Gerindra Tetap Usung Prabowo pada Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjadi narasumber dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, 21 Oktober 2017. Acara ini diadakan sebagai wadah diskusi publik mengenai hubungan dan kebijakan Indonesia dengan dunia internasional yang dilihat dari berbagai aspek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menjadi narasumber dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, 21 Oktober 2017. Acara ini diadakan sebagai wadah diskusi publik mengenai hubungan dan kebijakan Indonesia dengan dunia internasional yang dilihat dari berbagai aspek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Ahmad Muzani mengatakan partainya berkomitmen mengusung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Menurut dia, semua kader Gerindra menginginkan ketua umumnya itu bertarung kembali meski kalah dalam pilpres 2014.

    "Dari seluruh jajaran Gerindra, tak ada satu pun yang tidak meminta Pak Prabowo maju lagi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa malam, 24 Oktober 2017.

    Baca: PPP: Pasangan Jokowi dalam Pilpres 2019 Harus Kalangan Santri...

    Ia menjelaskan, tidak ada nama lain yang disebut semua kader Gerindra untuk maju dalam pilpres 2019 kecuali Prabowo. "Kader Gerindra menyebut hanya Prabowo Subianto. Kami semua hanya menyebut Prabowo," ucap Muzani.

    Menurut dia, majunya Prabowo dalam pilpres 2019 adalah hal yang sangat diharapkan Partai Gerindra. Prabowo pun telah menyampaikan kesediaannya. "Kata beliau, 'Kalau saudara-saudara semua para kader percaya bahwa alat itu bisa kita gunakan untuk membawa kemaslahatan, lakukan'," tutur Muzani menirukan Prabowo.

    Baca: PPP Ingin Figur Islam Moderat Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

    Muzani mengatakann Prabowo menganggap jabatan presiden bukan segala-galanya untuk dia ketimbang keutuhan bangsa. Jabatan presiden hanyalah alat untuk menjaga keutuhan, martabat, dan kewibawaan negara serta kesejahteraan rakyat. "Jadi beliau minta kader kerja, karena kami akan berjuang untuk bangsa dan negara melalui alat yang namanya jabatan presiden."

    Gerindra tidak mempermasalahkan peraturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen yang harus dipenuhi partai atau gabungan partai yang hendak mengusung calonnya pada pilpres 2019. "Mudah aja," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.