Penggemar Rhoma Irama Kecewa Partai Idaman Gagal Ikut Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedatangan Rhoma Irama untuk melaporkan dugaan pelanggaran tahapan pendaftaran pemilu dan verifikasi partai oleh KPU.

    Kedatangan Rhoma Irama untuk melaporkan dugaan pelanggaran tahapan pendaftaran pemilu dan verifikasi partai oleh KPU.

    TEMPO.CO, Surabaya - Dewan Pengurus Pusat Fans of Rhoma and Soneta (Forsa) menyatakan prihatin atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak meloloskan Partai Islam Damai Aman (Idaman) dalam verifikasi. Akibatnya, partai besutan Raja Dangdut Rhoma Irama gagal mengikuti pemilihan umum 2019.

    "Kami ikut prihatin dengan kondisi Partai Idaman saat ini. Bagaimana partai pimpinan Bang Haji Rhoma Irama sementara ini tidak lolos verifikasi pemilu?" kata Ketua Umum DPP Forsa Surya Aka Syahnagra saat dihubungi Tempo, Selasa, 24 Oktober 2017.

    Baca: Partai Idaman Tak Lolos Verifikasi, Rhoma Adukan KPU ke Bawaslu

    Meski Partai Idaman gagal lolos, Forsa di seluruh Indonesia tidak melakukan protes lewat jalur unjuk rasa. "Malah justru kami tidak akan demo. Pendukung Bang Haji sudah dewasa. Tetap protes tapi santun melalui jalur hukum," kata orang dekat Rhoma ini.

    Surya, yang juga merangkap sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Idaman, menuturkan langkah yang dilakukan Rhoma Irama beserta pengurus partai mendatangi Badan Pengawas Pemilu untuk melapor sudah tepat. "Upaya yang dilakukan partai mengadu ke Bawaslu itu patut diapresiasi," katanya.

    Simak: Rhoma Irama Blakblakan Soal Alasan Gugat UU Pemilu

    Pada Senin kemarin, 23 Oktober 2017, Rhoma bersama dengan beberapa pengurus mendatangi Bawaslu di Jakarta Pusat. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan pelanggaran tahapan pendaftaran pemilu dan verifikasi partai oleh KPU. 

    Rhoma berharap Bawaslu menerima laporan Partai Idaman dan tetap memberi kesempatan partai baru itu untuk melengkapi berkas persyaratan. "Persyaratan Partai Idaman sebetulnya sudah lengkap. Hanya, secara teknis, kami daftar di hari terakhir sehingga tidak cukup waktu," ujar Surya.

    Lihat: Rhoma Irama Beri Sinyal Bakal Maju Pilpres 2019

    Apalagi, menurut Surya, KPU sendiri menyadari ada kelemahan dalam sistem informasi partai politik (Sipol). Sehingga Partai Idaman yang mendaftar pada hari terakhir, 16 Oktober 2017, kesulitan mengunggah data ke server KPU. "Asumsinya Sipol di hari terakhir lancar," katanya.

    Surya masih optimistis KPU berubah sikap. Namun, jika tetap tidak diloloskan, Partai Idaman tidak menutup kemungkinan akan melakukan langkah lain. Soal ke mana suara simpatisan Partai Idaman akan diberikan jika batal lolos, Surya hanya berujar, "Kami belum berpikir ke sana."

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.