Di Rembuk Nasional Jokowi Cerita Soal Silicon Valley

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan buku kepada anak-anak saat berkunjung di kawasan perumahan relokasi pengungsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Karo, Sumatera Utara, 14 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo memberikan buku kepada anak-anak saat berkunjung di kawasan perumahan relokasi pengungsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Karo, Sumatera Utara, 14 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan perubahan dunia sangat cepat terjadi. Saat mengunjungi Silicon Valley, Jokowi merasakan perubahan itu dan mengaku sangat terkejut dengan apa yang terjadi.

    "Dua tahun lalu saat saya masuk ke markas di Silicon Valley, saya betul-betul kaget karena dunia betul-betul berubah cepat," kata Jokowi saat menghadiri Rembuk Nasional ke-3 di Hall C2 JIEXpo, Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

    Baca juga: Survei PolMark: Kepuasan Publik terhadap Jokowi 67,5 Persen

    Saat itu, Jokowi berkunjung ke kantor Google, Plug and Play, Facebook, Twitter. Di sana, kata Jokowi, sudah disiapkan sumber daya manusia dan pelatihan-pelatihan dengan cara-cara baru. Belakangan, Jokowi juga mengunjungi markas Alibaba. "Kita lebih kaget betul betapa kita kalau tidak ingin ditinggal, ya, secepatnya kita berubah, semua sektor kita harus berani mengubah," kata Jokowi.

    Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang belum sadar dengan kecepatan perubahan yang terjadi. Padahal, teknologi internet saat ini bahkan sudah berubah ke artificial intelligent. Saat ke kantor Facebook, Jokowi diajak Mark Zuckerberg main pingpong dengan virtual reality. Dia diberi kacamata dan bermain bersama pendiri Facebook tersebut. Permainan itu dirasakan betul-betul seperti main pingpong. "Nanti enggak ada lagi orang main pake pingpong beneran, lama-lama. Bisa saja virtual tennis atau semuanya," kata Jokowi.

    Perubahan-perubahan yang dialami Jokowi itu membuat dirinya merasa shock (terguncang). Apalagi melihat kondisi di Tanah Air yang belum banyak berubah sejak 30 tahun, misalnya soal pendidikan di dunia kampus. Pilihan-pilihan fakultas di kampus masih sama. Di Fakultas Ekonomi biasanya hanya ada tiga pilihan, yaitu manajemen, akuntansi, dan ekonomi pembangunan. "Tidak ada yang berani membuka ekonomi digital, jurusan misalnya toko online, fintech. Kenapa tidak berani buka itu jurusan meme," kata Jokowi.

    Baca juga: Ketika Jokowi Merasa Tiga Tahun Pemerintahannya Berlalu Cepat

    Rembuk Nasional kali ini adalah yang ketiga kalinya digelar sejak 2015. Acara ini dibuat pemerintahan Jokowi agar masyarakat bisa memberi masukan pada pemerintahan. Sejumlah masalah dibahas dan dicari solusinya. Rekomendasi dari Rembuk Nasional diserahkan pada pemerintah.

    Ketua Pelaksana Rembuk Nasional 2017 Firdaus Ali mengatakan acara ini akan menelaah tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Bakal ada 12 topik yang diangkat, antara lain, pengelolaan polhukam dan ketahanan nasional; menata ekonomi, industri, dan perdagangan; menuju kedaulatan dan mengelola keamanan pangan; kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial; serta merawat kebhinekaan dan memperkokoh NKRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.