Emil Dardak Bantah Bakal Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak bersama istrinya yang juga aktris Arumi Bachsin menerima ucapan selamat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode baru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, 17 Februari 2016. TEMPO/Artika Farmita

    Bupati Trenggalek terpilih, Emil Elestianto Dardak bersama istrinya yang juga aktris Arumi Bachsin menerima ucapan selamat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode baru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, 17 Februari 2016. TEMPO/Artika Farmita

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak membantah telah membuat komitmen dengan Khofifah Indar Parawansa untuk pilgub Jatim 2018. Emil juga membantah melakukan gerakan untuk mengikuti kontestasi pemilihan calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Hingga kini, dia tetap berkonsentrasi memimpin Kabupaten Trenggalek.

    Emil mengatakan kedatangan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto ke Trenggalek pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017, untuk memimpin rapat konsolidasi partai. Sebagai kepala daerah yang diusung PDIP, Emil menghormati kedatangan Hasto dengan menghadiri forum tersebut. “Saya kan harus terus berkomunikasi dengan partai pengusung saya,” katanya kepada Tempo, Senin, 23 Oktober 2017.

    Baca juga: Pilkada Jatim, Khofifah: Koordinasi dengan Partai, Baru Mundur

    Menurut Emil, tidak ada pesan khusus yang disampaikan Hasto kepadanya terkait dengan larangan mengikuti pemilihan calon wakil gubernur, seperti yang disampaikan Hasto dan pengurus Dewan Pengurus Cabang PDIP Trenggalek sebelumnya. Emil juga mengklaim tidak sedang melakukan upaya apa pun untuk mengikuti pemilihan calon wakil gubernur. “Saya tidak menangkap kekhawatiran Pak Hasto karena saya tidak sedang melakukan apa-apa,” ujarnya.

    Pertemuan dia dengan Hasto juga disebut berlangsung santai. Emil dan istrinya, Arumi Bachsin, bahkan sempat makan lodho ayam bersama Hasto serta jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur di Trenggalek.

    Baca juga: Pilgub Jatim 2018, Khofifah Dinilai Bisa Kuasai Zona Mataraman

    Kepada pihak yang telah mendukungnya maju menjadi calon wakil gubernur mendampingi Khofifah, Emil menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Dia menangkap hal itu sebagai penghargaan atas kinerjanya memimpin Kabupaten Trenggalek selama ini. “Tapi sampai saat ini saya masih memimpin Trenggalek,” ucapnya.

    Emil juga membantah telah membuat komitmen dengan Khofifah ataupun calon lain untuk maju dalam pilgub Jatim 2018. Pertemuannya dengan Khofifah selama ini dalam kapasitas kepala daerah dan Menteri Sosial meski diselipi obrolan tentang situasi politik kekinian.

    Baca juga: Prabowo Akan Menemui Ulama untuk Membahas Pilgub Jatim

    Wakil Bupati Trenggalek Mohammad Nur Arifin mengaku tidak tahu-menahu soal pencalonan Emil menjadi calon wakil gubernur. Selama ini, dia dan Emil tak pernah membicarakan itu. Kerja sama dan koordinasinya sebagai wakil bupati juga masih berlangsung bagus dengan pembagian kerja yang jelas. “Kami masih bertugas bersama membangun Trenggalek, tak ada obrolan soal itu,” tuturnya.

    Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyampaikan rambu-rambu etika yang harus dipatuhi semua kader PDIP, termasuk Emil. Hasto meminta semua kader PDIP solid mendukung pemenangan pasangan Syaifullah Yusuf-Azwar Anas sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2018-2023.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.